Pasaman, Prokabar — Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Didukcapil) Pasaman agaknya benar-benar berubah menjadi pahlawan super. Tak ada gunung yang tinggi, atau lembah yang dalam oleh petugasnya untuk mewujudkan satu warga, satu Nomor Induk Keluarga (NIK). Hujan badai, lampu mati, tak ada jaringan internet, mencari sinyal di tengah rimba, semua dilalui.
Sudah lebih dari jemput bola, petugas Disdukcapil Pasaman dalam mewujudkan 100 persen masyarakat Pasaman punya NIK atau adminitrasi kependudukan lainnya. Kepala Disdukcapil Pasaman, Sukardi menjelaskan, tindakan ini merupakan bentuk keseriusan Disdukcapil dalam penerapan kelengkapan adminitrasi bagi warga.
“Tidak tertutup kemungkinan, jauhnya lokasi menjadi penghambat kelengkapan adminitrasi penduduk oleh warga, kini alasan itu kita kandaskan. Tak mau datang ke kantor, kami jemput bola ke lapangan atau pelayanan di kantor wali, tak lagi mau datang, kami datangi rumah ke rumah. Apa lagi, pokonya satu orang satu NIK kita wujudkan di Pasaman ini,” kata Sukardi.
Atas hal itu, Sukardi meminta, dengan adanya tindakan pelayanan di lapangan ini, warga diminta lebih aktif. Jangan sampai bermasalah dulu, baru diurus semuanya. (Ola)
















