Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Hebat, Perantau Maninjau Santuni Warga Kampung Halaman

Dibaca : 1.0K

Tanjung Raya, Prokabar — Berawal dari pertemuan singkat sekelompok perantau, menciptakan hasrat untuk saling berbagi. Mereka yang merasa memiliki kelebihan materi ini melakukan bakti sosial dengan aksi teroganisir dengan baik.

Perantau Nagari Maninjau yang terhimpun di Jabodetabek, mereka lebih dikenal Ikatan Keluarga Maninjau atau IKM. Dari organisasi induk ini, lahir pula BKM atau Bundo Kanduang Maninjau dan HPM atau Himpunan Pemuda/pemudi Maninjau.

Berbagai bakti sosial dan aksi nyata telah digelar untuk kampung halaman. Mereka secara berkelanjutan memotivasi masyarakat Maninjau di kampung halaman untuk terus melestarikan kesenian tradisional. Seperti Rakik-rakik, Silat, Randai, Tari Piring, Tambua dan sebagainnya.

Namun kali ini, mereka kembali melaksanakan program santunan sembako melalui Program Jumat Barokah. Program ini diketuai oleh Rosalina Hasan (69).

Menurutnya, kegiatan tersebut berawal dari sebuah pertemuan temu kangen IKM di Jakarta. Melalui pertemuan itu, digagaslah program sosial memberi arti dan berbagi kepada sesama.

“Program ini sudah berlangsung satu tahun lalu. Adanya bencana gempa melanda saudara kita di Lombok, Banten, Lampung, dan Palu. Program ini terus berlanjut ke kampung halaman kami ini,” ujarnya kepada Prokabar.com, saat hendak melaksanakan kegiatan tersebut di Surau Sidang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Senin siang (25/2).

Ia melanjutkan untuk di Kampung halaman, Nagari Maninjau ini sudah tiga kali merealisasikan sembako. “Ada empat macam bahan pokok yang kita berikan kepads saudara kita ini. Seperti Minyak, Gula, Terigu, Teh dan telur,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota IKM lainnya, Maswir Jam’an menambahkan IKM sendiri sudah lama lahir. Diperkirakan sekitar tahun 1970. Ia sendiri sudah 10 tahun bergabung dan menjadi Bendahara.

Sebagian besar mereka adalah anggota Yayasan Pendidikan Islam Maninjau Rasuna Said.

“Kedatangan dan kepulangan kita ke kampung halaman ini disertai banyak agenda. Selain pemberian sembako ke masyarakat, juga melakukan rapat koordinasi Yayasan Pendidikan Islam Maninjau Rasuna Said di Kubu Baru,” terangnya.

Khusus Program Jumat Barokah merupakan aganda sosial melihat yang saudara kita yang sakit, meninggal dunia, termasuk membantu keluarga miskin. “Khusus santunan ini, ada 210 buah sembako. Dan diberikan kepada setiap Jorong di Nagari Maninjau,” tuturnya lagi.

Di Jorong Bancah terang Maswir, kita menyerahkan 68 buah sembako untuk satu keluarga miskin. Di Jorong Kukuban 40 buah, di Kubu Baru 34 buah, Jorong Pasa 34 Buah, dan Gasang 34 buah. Di Bancah lebih banyak karena anggota IKM asal Bancah sengaja melebihi anggarannya untuk keluarga mereka tersebut. 

“Dan untuk memenuhi kebutuhan sembako ini, kita sengaja membelinya di kedai setempat. Jadi kita benar-benar mengupayakan aksi ini berdampak peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Meski kecil, setidaknya kita sudah memulainya dengan kompak,” pungkas Maswir didampingi rekannya Afdy. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top