Agam, Prokabar — LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) bersama Pusat Penelitian Limnologi melakukan pengembangan yang sangat mengejutkan. Pasalnya, mereka berhasil mengembangkan dan mengganti makanan ikan sejenis pelet atas sejenisnya berzat kimia, dengan tumbuhan air sejenis Limna Minor atau Kiambang Padi.
Biasanya, tumbuhan tersebut tumbuh dan berserakan di kolam-kolam biasa. Dan bahkan sering dibuang begitu saja oleh masyarakat petani. “Limna atau Kiambang ini berdasarkan penelitian kami di LIPI Cibinong, Bogor memiliki kadar protein sekitar 30 persen, hampir sama dengan pelet yang digunakan pakan ikan biasanya,” ungkap Muhammad Badjori salah satu peneliti UPT LATPD LIPI Maninjau kepada prokabar.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penelitian terus dikembangkan di Konservasi yang baru saja dimulai di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar ini. Dan berharap dapat dimanfaatkan atau digunakan masyarakat sehingga ternak ikan alami, ramah lingkungan dan sehat untuk kesehatan manusia.
“Kami sudah melakukan percontohan dengan 3 kolam di sini. Dan sudah beberapa kali panen. Hasilnya, penggunaan makanan Limna atau Kiambang Padi hampir sama dengan pakan ikan pelet. Bahkan hasil pertumbuhan ikan dari makanan limna, lebih bersih dan segar,” tuturnya.
Penelitian akan terus dilanjutkan sehingga hasil dapat lebih maskimal dan bermanfaat orang banyak. “Dan kami berharap kepada seluruh masyarakat Sumatra Barat, khsusunya Selingka Danau Maninjau ini, dapat memanfaatkan penelitian kami ini, sehingga ramah lingkungan. Paling utama lagi, sehat dan aman untuk tubuh kita,” tutupnya. (rud)
















