Hebat, Peneliti LIPI Kembangkan Kiambang Padi Pengganti Pakan Ikan Pelet Di Sungai Batang

Penulis -

Selasa, 9 Oktober 2018 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) bersama Pusat Penelitian Limnologi melakukan pengembangan yang sangat mengejutkan. Pasalnya, mereka berhasil mengembangkan dan mengganti makanan ikan sejenis pelet atas sejenisnya berzat kimia, dengan tumbuhan air sejenis Limna Minor atau Kiambang Padi.

Biasanya, tumbuhan tersebut tumbuh dan berserakan di kolam-kolam biasa. Dan bahkan sering dibuang begitu saja oleh masyarakat petani. “Limna atau Kiambang ini berdasarkan penelitian kami di LIPI Cibinong, Bogor memiliki kadar protein sekitar 30 persen, hampir sama dengan pelet yang digunakan pakan ikan biasanya,” ungkap Muhammad Badjori salah satu peneliti UPT LATPD LIPI Maninjau kepada prokabar.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menurutnya, penelitian terus dikembangkan di Konservasi yang baru saja dimulai di Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumbar ini. Dan berharap dapat dimanfaatkan atau digunakan masyarakat sehingga ternak ikan alami, ramah lingkungan dan sehat untuk kesehatan manusia.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kami sudah melakukan percontohan dengan 3 kolam di sini. Dan sudah beberapa kali panen. Hasilnya, penggunaan makanan Limna atau Kiambang Padi hampir sama dengan pakan ikan pelet. Bahkan hasil pertumbuhan ikan dari makanan limna, lebih bersih dan segar,” tuturnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Penelitian akan terus dilanjutkan sehingga hasil dapat lebih maskimal dan bermanfaat orang banyak. “Dan kami berharap kepada seluruh masyarakat Sumatra Barat, khsusunya Selingka Danau Maninjau ini, dapat memanfaatkan penelitian kami ini, sehingga ramah lingkungan. Paling utama lagi, sehat dan aman untuk tubuh kita,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB