Hebat, Mengumpulkan Sampah Bisa Menabung Emas, Kok Bisa?

Penulis -

Rabu, 5 Februari 2020 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Saat ini problema sampah masih menjadi permasalahan di Indonesia, termasuk Ibukota Sumatera Barat. Penggunaan plastik secara berlebihan serta membuang sampah sembarangan manjadi salah satu penyebabnya.

Namun apa jadinya jika sampah bisa dijadikan emas? Dan Bagaimana caranya?.

Siang itu Dewi tampak sibuk menulis dan mengawasi proses bongkar muat sampah plastik di halaman kantornya. Setiap ada barang yang masuk, dicatatnya.

Tiga orang anggotanya tampak sibuk menimbang serta memilah sampah sampah plastik yang baru saja diantar oleh nasabahnya.

Seperti itulah kegiatan di Bank Sampah Panca Daya, yang berlokasi di belakang Kantor Camat Kuranji, Kota Padang.

Hadirnya Bank Sampah Panca Daya ini memberi harapan bagi masyarakat ekonomi lemah untuk menabung emas.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Salah seorang anggota Bank Sampah Panca Daya Kuranji Padang, Nasya, mengaku mulai rajin memilih dan memilah sampah setelah adanya bank sampah tersebut.

Setelah dikumpulkan, Nasya mengumpulkan sampah-sampah itu setelah kemudian dijual dan ditabung menjadi emas.

“Selama ini saya cuma bermimpi punya tabungan emas. Alhamdulillah kini bisa jadi kenyataan,” kata dia.

Ia mengatakan, mulanya mencari dan mengumpulkan sampah. Sampah paling banyak dikumpulkannya berupa kardus. Dijual seharga Rp 1.200 hingga Rp 1.300 per kilogramnya.

Ia juga mengumpulkan botol air mineral, dan kertas, yang mempunyai nilai jual. Ini menjadi tambahan uang yang dapat ditabung menjadi emas. Ia tidak merasa malu saat mengumpulkan sampah sampah-sampah tersebut.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Nasya menilai, masalah sampah sampai sekarang belum bisa teratasi. Hadirnya bank sampah telah mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah.

Sementara, Ketua Bank Sampah Panca Daya, Mina Dewi Sukmawati, mengatakan hingga Januari 2020 anggotanya mencapai 232 orang. Terbanyak dari masyarakat Kuranji dan sekitarnya hingga kawasan Lubuk Begalung dan Lubuk Buaya.

“Selain masyarakat umum, para ASN kini juga banyak yang mengantarkan sampah dalam bentuk kertas ke sini,” kata Dewi, pada Singgalang, Rabu (15/1) di Bank Sampah Panca Daya yang lokasinya tepat di belakang Kantor Camat Kuranji Padang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dijelaskannya, bank sampah yang dia pimpin menerima semua sampah rumah tangga non organik, kecuali pempers dan pembalut. Semua sampah non organik itu bernilai uang dan bisa ditabungkan menjadi emas.

Dewi, jenis sampah paling banyak dijual adalah jenis plastik dan kardus. Sedangkan untuk nilai tabungan emas anggota terbanyak mencapai Rp1.800.000.

“Nilai Rp1.800.000 ini murni dari sampah. Anggota ini berasal dari Kalumbuk. Dia pengumpul kardus, karena suaminya ngampas,” terang Dewi.

Bank sampah buka setiap Senin, Rabu dan Jumat, pada pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB. Jumlah petugas di bank sampah enam orang. (gas)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB