Pariaman, Prokabar – Dinas Perikanan Kota Pariaman latih empat kelompok tani peternak ikan membuat pakan ikan secara mandiri, di Desa Kampung Tangah, Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumbar (8/8). Program GERPARI (Gerakan Pakan Ikan Mandiri) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut direalisasikan melalui APBD Pariaman guna percepatan kemajuan perikanan.
Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Pariaman, Ferialdi menyebutkan kegiatan menyusun formasi agar petani dapat membuat pakan ikan secara mandiri. Berharap tidak lagi bergantung dengan pakan pabrikan.
“Mereka ini belum memiliki skill membuat namun telah beberapa kali mendapatkan pelatihan. Realisasi teori tersebut kali ini perdana dilakukan. Berharap mereka tidak lagi bergantung pada pakan ikan pabrikan dengan harga cukup tinggi,” kata Ferialdi didampingi dua stafnya Adrian dan Andri.
Bahan baku lanjutkan, diprioritaskan dari bahan yang ada di alam sekitar dan mudah didapat. Seperti ampas dedaunan dan sesayuran, ampas tempe dan tahu, ampas jagung, ampas kedelai, dedak dan tepung ikan.
“Biasanya harga pakan ikan atau pelet di jual hasil pabrikan dari Rp9 ribu sampai Rp11 ribu. Bila petani ikan mampu memproduksi sendiri, dikalkulasikan senilai Rp6 ribu. Sangat jauh perbandingannya mengurangi ongkos produksi petani ikan nantinya,” lanjutnya.
Tidak hanya itu, saat ini kelompok budidaya ikan yang aktif di Pariaman sekitar 23 kelompok, bila secara individu bisa mencapai 700-san. “Selain petani ini mendapat pelatihan dan mesin pencetak perkelompok, mereka juga mendapat bantuan lainnya secara stimulan,” pungkasnya.
Ketua Asosiasi Pakan Mandiri Nasional, Syafruddin Darmawan selaku narasumber dan pelatih menyebutkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sangat mendorong petani ikan untuk mandiri memproduksi pakan ikan, sehingga tidak bergantung lagi pada pakan pabrikan. “Petani biasanya mengeluarkan biasa yang besar untuk membeli pakan ikan. Bila mereka mandiri, jelas sangat membantu mereka dan kelompok budidaya lainnya,” kata Syafruddin.
Hal tersebut dibenarkan Ketua Kelompok Budidaya Ikan Tambak Berlian, Yusra. Sebagai peserta, ia mengaku sangat terbantu beberapa kali pelatihan mulai secara teori hingga praktek lapangan kali ini. “Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Setelah banyak pelatihan teori dan bantuan mesin, kali ini menciptakan sendiri pakan ikan dari bahan yang tidak sulit didapat, namun kualitas dan harga hampir sama dengan pakan di beli biasanya,” kata Yusra.
Senada dengan, Hasan Basri, Ketua Kelompok Tambak Saiyo Sungai Pasak. “Kami berterimakasih sekali dengan Pemerintah Kota Pariaman, telah serius membimbing kami dalan banyak hal. Apalagi praktek pembuatan pakan ikan kali ini. Harga pakan dijual di pasaran cukup tinggi, sehingga membutuhkan biaya produksi yang tinggi pula. Setelah kami mampu memiliki skill menciptakan pakan sendiri, jelas akan meningkatkan produksi kami nantinya,” tutup Hasan. (rud)
















