Pasaman, Prokabar — Sentral pusat oleh-oleh dan cindera mata bakal berdiri megah di Museum Tuanku Imam Bonjol. Ini dipastikan setelah adanya Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk perbaikan Museum Tuanku Imam Bonjol tahun 2019 senilai Rp1,9 miliar.
“Ini untuk meningkatkan sumber pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata yang selama ini belum tergarap maksimal,” kata Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pasaman, Radial Fuji, Senin (18/3).
Sentral oleh-oleh itu nanti, kata Fuji. akan menjajakan berbagai jenis produk khas Pasaman, mulai dari makanan, jajanan hingga produk kerajinan.
“Kios-kios di sentral itu nanti akan disewakan. Penyewaan itu yang akan mendatangkan income ke kas daerah. Selain itu, uang juga akan berputar kepada para pedagang di sana,” kata Fuji.
Di balik kesuksesan menarik dana pusat untuk pembangunan sentral oleh-oleh dan cinderamata, ternyata belum membuat mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat ini berpuas diri.
Hal itu disebabkan oleh keinginannya untuk membangun planetarium sebagai pusat kajian ilmu astronomi di Taman Equator itu belum kesampaian.
“Sudah diusulkan, akan tetapi selalu ditolak. Padahal jika dibangun, planetarium itu nanti rada-rada mirip museum Tsunami Aceh. Jadi pusat studi dan pusat kajian ilmu pengetahuan,” tukas Fuji. (Ola)
















