Hebat, BBM Dikonversi ke Gas Elpiji Untuk Nelayan, Ini Penjelasan Arlindawati

Penulis -

Rabu, 9 Januari 2019 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Pada tahun ini, Dinas Perikanan (DP) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bakal mendiversifikasi sebanyak 1.170 tabung gas elpiji kilogram untuk mengganti ketersedian bahan bakar mesin kapal nelayan sepanjang daerah ini.

Plt DP Pessel, Arlindawati menyebut, diversifikasi energi melalui program konversi BBM ke LPG merupakan salah satu langkah yang digencarkan pemerintah pusat dalam mendukung hasil tangkap nelayan, dengan irit biaya serta ramah lingkungan.

Kendati demikian, kata Arlindawati, sebelumnya program diversifikasi energi melalui program konversi BBM ke LPG sudah mulai diberlakukan tahun lalu. Sedikitnya, hanya 585 unit kapal yang dibantu, dan tersebar di delapan kecamatan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Untuk kebutuhannya tahun ini sebanyak 1.170 tabung. Saat ini telah kami usulkan ke SPBG, untuk nelayan antara lain di Tarusan, IV Jurai, Batangkapas dan Sutera,” ujarnya kepada Prokabar.com Rabu (9/1) di ruangan kerjanya.

Ia menjelaskan, bantuan diversifikasi energi melalui program konversi BBM ke LPG untuk nelayan, diantaranya diperuntukan untuk kapal tangkap 5 GT ke bawah. Sebab, peruntukan tersebut guna mensejahterakan nelayan kecil dan membuat biaya lebih irit.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Karena 1 tabung LPG 3 kilogram dapat disetarakan dengan 7 liter bensin, digunakan dua per hari. Dengan aktivitas mencari ikan sekitar 10 jam perhari, maka akan tersisa lagi daripada menggunakan BBM yang sekarang harganya jauh lebih tinggi,” terangnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Menurut Arlindawati, sejauh ini untuk penerapan gas elpiji menjadi pengganti bahan bakar mesin nelayan sudah mulai terus disosialisasikan.

Selain itu, untuk penyerahan bantuan juga terus diawasi untuk lebih tepat sasaran dalam mendukung kesejahteraan nelayan di daerah itu.

“Pengawasan setiap nelayan harus ada kartu nelayan. Nelayan yang boleh membeli di untuk keperluan isi tambah harus pakai kartu nelayan. Karena peruntukannya sudah jelas dan tidak boleh disalahgunakan,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB