Pasaman, Prokabar — Ramadhan penuh berkah. Begitulah adanya. Saling berbagi, menjadi salah satu cara masyarakat dalam memaknai Ramadan. Seperti di lingkungan Kemenag Pasaman.
Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Pasaman berlomba-lomba menyisihkan zakat mereka. Untuk dibagikan kepada ratusan guru honor di bawah naungan Kemenag Pasaman. Ada juga untuk anak panti asuhan dan pelajar yang kurang mampu.
“Ini adalah bentuk perhatian kami dalam membantu mereka yang masuk dalam kategori layak penerima zakat. Biar sama-sama kita merasakan berkahnya Ramadhan,” kata Kakan Kemenag Pasaman, Dedi Wandra, Rabu (29/5).
Diakui Dedi, sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ), Kemenag Pasaman setiap tahunnya melakukan hal serupa. Hanya saja, tahun ini, gebrakan terbaru untuk memberdayakan penerima zakat dari tenaga honor. Hasilnya, mereka tenaga honor yang pada umumnya masih kurang dalam hal kesejahteraan dan perhatian oleh pemerintah, menyambut baik gebrakan ini.”Alhamdulillah, semua berjalan lancar,” lanjut Dedi.
Diakui Dedi, dari sekitar 200 orang guru honor penerima zakat itu, tidak semua yang mau menerima zakat. Di sinilah letak kearifan dalam berbagi berkah selama Ramadhan.
“Ada namanya yang masuk daftar penerima, namun menolak menerima zakat. Bukan gengsi atau semacamnya, namun mereka yang menolak ini, lebih memahami kalau dirinya bukan termasuk kategori penerima zakat lantaran berekonomi cukup dan mampu. Kami sangat terharu,” tukas Dedi.
Di sisi lain, pantauan Prokabar.com, jumlah zakat yang dibagikan Kemenag Pasaman tahun ini berkisar sekitar Rp56 juta. Guru honor penerima zakat menerima sekitar Rp250 ribu. Meski jumlah ini sangat cukup, senyuman rasa syukur terpancar terang dari ratusan tenaga honor Kemenag Pasaman, usai menerima zakat. (Ola)
















