Harimau Sumatera Kembali Beraksi, Empat Ekor Kambing Jadi Korban di Pasaman

Penulis -

Selasa, 12 November 2019 - 20:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Harimau Sumatera kembali berulah di Pasaman. Empat ekor kambing milik warga di Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping mati dimangsa.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Resor Pasaman, Ade Putra menjelaskan, serangan yang menewaskan empat ekor kambing ini, terjadi sepekan terakhir.

“Hewan ternak warga itu dimangsa secara berkala oleh satwa liar itu dalam sepekan ini. Terakhir serangan satwa itu terjadi hari Sabtu (9/11) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB. Satu ekor kambing milik Anton warga Jorong Kampung Padang, Nagari Aia Manggih Barat, mati akibat diterkam satwa tersebut,” kata Ade, Selasa (12/11).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Saat serangan terakhir ini terjadi, pemilik kambing mengetahuinya, dan sekejap, harimau kabur meninggalkan kambing yang penuh luka.

“Meski tidak dibawa kabur harimau, kambing tersebut sudah luka parah dan akhirnya mati,” jelas Ade.

Sebelumnya kata Ade, pada bulan Juli 2019 lalu, didekat lokasi yang sama juga terjadi konflik antara manusia dan satwa liar.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Saat itu tercatat 14 ekor ternak warga dimangsa oleh satwa liar yang diduga jenis Harimau Sumatera. Pada saat itu BKSDA melaksanakan pemasangan kamera penjebak (camera trap) sebanyak empt unit untuk memantau keberadaan dan pergeralan satwa. Selain itu pengusiran juga dilakukan dengan menggunakan bunyi-bunyian selama hampir satu minggu,” kata Ade.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dari hasil pengamatan pada saat itu, satwa diketahui telah kembali le habitatnya di hutan lindung Tonang Talu.

“Setelah kami dalami, salah satu penyebab terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar adalah disebabkan menyempitnya habitat satwa akibat alih fungsi lahan menjadi kebun. Sehingga satwa tersebut merasa mulai terancam dan masuk pemukiman warga. Kami meminta warga untuk mengurangi dulu aktifitas di sekitar hutan, supaya tidak ada korban jiwa,” tukas Ade. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB