Harimau Sumatera Ditemukan Dehidrasi di Pasaman

Penulis -

Minggu, 15 Agustus 2021 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penemuan Harimau Sumatera di Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).

Penemuan Harimau Sumatera di Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).

Prokabar.com, Lubuk Sikaping – Harimau Sumatera dalam kondisi tidak sehat ditemukan warga Kanagarian Sontang Cubadak, Kecamatan Padanggelugur, Kabupaten Pasaman, Sabtu (14/8).

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dalam siaran persnya mengaku sudah menerima laporan penemuan Harimau dalam kodisi tidak sehat di Bendungan Sontang, Nagari Sontang Cubadak.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Ardi Andono mengaku sudah menerima laporan tentang harimau tersebut.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Pihaknya juga sudah melanjutkan laporan ini ke pihak kepolisian dan koramil Rao untuk mengevakuasi penemuan harimau tersebut.

BKSDA juga menurunkan kandang serta dokter hewan untuk memeriksa hewan langka itu.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sayangnya, harimau dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu tak bisa terselamatkan.

Pada pukul 11.00 WIB, pada hari penemuan, harimau itu sudah mati. Meskipun, kata Ardi Andono, harimau sempat mendapatkan perawatan dari petugas medis dan Puskeswan Duokoto.

Masyarakat setempat meminta agar penguburan harimau itu di kampung tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Pada saat bersamaan massa di lokasi meminta penguburan harimau itu di kampung tersebut dengan anggapan leluhur mereka,” kata Ardi.

Sudah ada upaya negosiasi untuk membawa harimau ke Padang untuk Nekropsi. Sayangnya upaya negosiasi buntu karena permintaan warga untuk mengubur harimau di kampung mereka.

Masyarakat memaksa penguburan harimau tersebut di depan rumah Alinurdin selaku Ninik Mamak.

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB