Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Hari Pertama Puasa, Pedagang Takjil Banjiri Media Sosial

Dibaca : 126

Pasaman, Prokabar — Hari pertama puasa, kondisi pedagang takjil di pasar tradisional di Pasaman lengang. Tidak seperti biasanya. Hanya beberapa yang berjualan, itupun sepi pembeli.

Di sisi lain, pedagang takjil yang biasanya membuka lapak mereka di pasar, lebih memilih menjajakan dagangannya melalui dunia maya. Hal ini disebabkan, kondisi yang tidak memungkinkan.

“Tapi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), okelah tidak ada larangan tegas berjualan, orang ke pasar itu benar yang tidak ada,” kata Diah, salah seorang pedagang takjil.

Tidak sampai di situ saja, hal serupa juga diakui Yolan. Pedagang makanan yang menjual dagangannya melalui dunia maya.

Ia mengaku, saat ini, harus berpandai-pandai dalam menyiasati penjualan. “Pasar tidak lagi menjadi pilihan utama untuk menjajakan takjil begiti juga pembeli, malas ke pasar. Orang (konsumen) lebih memilih berdiam di rumah saat kondisi sekarang. Maka itulah, dunia maya menjadi primadona. Facebook, WA hingga instagram menjadi wadah untuk membuka lapak bagi para pedagang, terutama saya,” jelas Yolan.

Perihal hasil penjualan, diakui Yolan cukup tinggi. Bahkan, ia sempat kewalahan membuatkan pesanan, lantaran butuhnya konsumen karena keadaan sekarang. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top