Padang, Prokabar — Pemakalah terdiri dari dosen dari dalam dan luar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). Melaksanakan Seminar hasil penelitiannya Senin, (8/3). Kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Seminar dilaksanakan secara daring via Zoom dan disiarkan secara live streaming YouTube. Kegiatan hari pertama dalam rangka Dies Natalis FIB Unand ke-39 dengan mengangkat tema Posisi dan Peran Fakultas Ilmu Budaya dalam Pemajuan Kebudayaan di Sumatera Barat dan Indonesia.
Acara dibuka Novalinda, S.S., M.Hum. Dilanjutkan Ketua Panitia, Sudarmoko, M.A. Mengawali pengantar perjalanan kemajuan FIB Unand. Menjelaskan pembahasan tentang persiapan apa saja yang telah dilakukan panitia.
Sudarmoko berharap Dies Natalis FIB Universitas Andalas dapat menjadi sebuah agenda tahunan. “Dengan adanya Dies Natalis, dosen dan mahasiswa dapat melakukan promosi. Menunjukkan karya-karya yang mereka punya untuk kejayaan FIB di masa yang akan datang,” terangnya.
Acara turut dihadiri jajaran pimpinan FIB Unand, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III. Serta sejumlah dosen, Tenaga Pendidik, dan mahasiswa.
baik yang berasal dari dalam maupun luar FIB Unand itu, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si.
Dekan FIB, Dr. Hasanuddin, M.Si dalam sambutannya mengatakan, sesungguhnya bagi institusi Unand dan juga FIB, seminar itu adalah bagian dari pemenuhan standar proses hasil penelitian. Tetapi bagi peneliti tegasnya, tentu saja itu tidak boleh hanya sampai di situ.
“Penelitian adalah kegiatan wajib bagi dosen dan tidak boleh kosong. Penelitian mesti diarahkan pada pemuatan unsur pendidikan. Kemudian, penelitian juga adalah indikator profesionalisme dosen. Mengarahkan dosen menjadi spesialis, tidak serba tahu, tidak serba bisa, sehingga merambat ke ranah yang luas. Tetapi penelitian mesti memperkuat spesialisasi pada dosen sesuai dengan roadmap penelitiannya,” Ungkap Dekan FIB Unand, Dr. Hasanuddin, M.Si.
Seminar hasil penelitian ini, terdapat 4 pembagian breakroom. Peneliti mempresentasikan makalah mereka sesuai bidang yang dikuasainya. Room 1 terdapat tiga pembahasan hasil penelitian. Membahas tentang Isu-isu Sejarah. Pertama, tentang Pemberdayaan Masyarakat di Relokasi Pemukiman Proyek PLTA Kotopanjang Perbatasan Sumatera Barat dan Riau. Kedua, Studi Kasus Perempuan Peniaga di Pasar Tradisional Kabupaten Solok. Dan ketiga, Nama-Nama Wilayah di Kepulauan Indonesia dalam Catatan Perdagangan Budak Abad ke-18.
Room 2 membahas yang berkaitan dengan karya sastra. Diantaranya Analisis Nilai-Nilai Pada Folklor Karo Sebagai Bias Perwujudan Etnik. Kedua, Pendidikan dalam Novel-novel Karya Hamka. Ketiga, Makna dan Ideologi Lirik Lagu Permainan Anak-Anak di Kota Padang, Tinjauan Sastra Anak Multikultural Berbahasa Inggris: Tema dan Fitur Kunci. Terakhir, Keluarga Interdependen dalam Novel Hisoyakana Kessho Karya Ogawa Yoko.
Pembahasan bersinggungan masalah Gender, terasakan kental pada Room 3. Adapun pemakah yang membahas bidang-bidang yang berkenaan ilmu linguistik dipresentasikan di Room 4. Dengan tema seperti Tuturan Anak Disabilitas, Strategi Penolakan dalam Karya Novel, Frasa Nomina Bahasa Indonesia, Konjungsi Korelatif di Media Cetak Lokal, dan penggunaan kata sapaan.
Setelah semua pemakalah mempresentasikan hasil penelitiannya, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan ditutup dengan foto bersama. (rel/Rud)
















