Hari Ke-2 Pasca Keracunan Massal di Pasaman Barat, Polisi Tunggu Hasil BBPOM

Penulis -

Selasa, 16 Juli 2019 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman Barat, Prokabar — Kasus keracunan 29 orang murid dan guru di Pasaman Barat terus berlanjut. Bahkan, sampel makanan sate, yang diduga menjadi biang kerok keracunan massal itu, sudah berlabuh di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.

“Kami masih mendalami sampel sate bersama sisa muntah dalam kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di SMKN 1 Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat tersebut,” kata Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, Selasa (16/7).

Bahkan, pihak BBPOM sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pasaman Barat untuk mencari benang merah penyebab kasus tersebut terjadi.

“Sejauh ini, kami belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan massal ini. Kalau diagnosa sementara, bisa jadi bersumber dari daging sate itu sendiri, atau bumbunya. Kemudian bisa jadi dari sumber lain sehingga mengakibatkan korban mual dan muntah. Hasil pastinya, nanti kami kabari,” kata Martin.

Di siai lain, perihal kasus hukum, pihak kepolisian dari Polsek Lembah Melintang, belum bisa berbuat banyak. “Sejauh ini, kami sudah memintai keterangan pihak sekolah. Sate-sate yang dimakan oleh korban keracunan itu, dibeli dari Herman (42) warga Jorong Brastagi, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Bila nanti hasil BBPOM keluar, baru jelas pula apa yang bakal kami lakukan. Apakah duduk pidananya atau bagaimana,” tukas Kapolsek Lembah Melintang, Iptu Alfian.

Di sisi lain, 29 orang siswa dan guru korban keracunan ini, terjadi Senin (15/7) siang. Sate itu dibeli untuk sarapan Osis dan guru panitia masa pengenalan lingkungan sekolah. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB