Peristiwa

Hari Ke-2 Pasca Keracunan Massal di Pasaman Barat, Polisi Tunggu Hasil BBPOM

Ilustrasi

Pasaman Barat, Prokabar — Kasus keracunan 29 orang murid dan guru di Pasaman Barat terus berlanjut. Bahkan, sampel makanan sate, yang diduga menjadi biang kerok keracunan massal itu, sudah berlabuh di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Padang.

“Kami masih mendalami sampel sate bersama sisa muntah dalam kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di SMKN 1 Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat tersebut,” kata Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, Selasa (16/7).

Bahkan, pihak BBPOM sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pasaman Barat untuk mencari benang merah penyebab kasus tersebut terjadi.

“Sejauh ini, kami belum bisa menyimpulkan penyebab keracunan massal ini. Kalau diagnosa sementara, bisa jadi bersumber dari daging sate itu sendiri, atau bumbunya. Kemudian bisa jadi dari sumber lain sehingga mengakibatkan korban mual dan muntah. Hasil pastinya, nanti kami kabari,” kata Martin.

Di siai lain, perihal kasus hukum, pihak kepolisian dari Polsek Lembah Melintang, belum bisa berbuat banyak. “Sejauh ini, kami sudah memintai keterangan pihak sekolah. Sate-sate yang dimakan oleh korban keracunan itu, dibeli dari Herman (42) warga Jorong Brastagi, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Bila nanti hasil BBPOM keluar, baru jelas pula apa yang bakal kami lakukan. Apakah duduk pidananya atau bagaimana,” tukas Kapolsek Lembah Melintang, Iptu Alfian.

Di sisi lain, 29 orang siswa dan guru korban keracunan ini, terjadi Senin (15/7) siang. Sate itu dibeli untuk sarapan Osis dan guru panitia masa pengenalan lingkungan sekolah. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top