Pasaman, Prokabar — Persatuan Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Pasaman peringati Hari Gizi Nasional ke-59. Terungkap, di Pasaman ternyata masih banyak bayi lima tahun (Balita) yang masih kekurangan gizi.
“Akibatnya, tumbuh kembang si anak jadi terganggu. Ini adalah catatan bagu kita semua, mari kita perbaiki gizi para penerus bangka kita sedari dini,” kata Ketua DPC Persagi Kabupaten Pasaman, Dessy Asfriyentie, Kamis (24/1).
Kurangnya asupan gizi balita di daerah itu, kata Dessy, juga dibuktikan dengan ditetapkannya kabupaten Pasaman sebagai fokus stunting. Pasalnya, 10 nagari di enam kecamatan tercatat sebagai wilayah dengan jumlah angka stunting paling tertinggi.
“Angka stunting di Pasaman terbilang tinggi, karena kurangnya asupan gizi. Ini menjadi perhatian kami dari Persagi untuk berkontribusi menurunkan angka stunting,” kata Dessy.
Berdasarkan data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, tercatat jumlah balita stunting mencapai 1.253 orang anak. Angka tersebut tersebar di 10 nagari di 6 kecamatan.
Seperti di Nagari Cubadak, Duokoto. Jumlah balita stunting mencapai 415 orang anak. Nagari Ladang Panjang di Tigo Nagari 172 orang anak, Muaro Seilolo, MTS 164 anak, Ganggo Hilia, Bonjol 137 anak.
Berikutnya, Malampah, Tigonagari 102 orang anak. Binjai di Tigonagari 83 orang anak, Koto Kaciak, Bonjol 68 anak, Panti 52 orang anak, Kotorajo, Rao Utara 51 orang anak. Terakhir, Nagari Simpang Tonang, Duokoto 9 orang anak. (Ola)
















