Hari Anak Nasional, Kekerasan Anak di Pessel Nomor Dua Tertinggi se-Sumbar, Kok Bisa?

Penulis -

Selasa, 23 Juli 2019 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli masih diwarnai dengan tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Di Sumbar, ‘Negeri Berjuluk Sejuta Pesona’ ini masih nomor dua tertinggi setelah Kota Padang. Padahal daerah ini masih berjuang dalam usulannya menjadi kota layak anak.

Data yang dihimpun Prokabar.com Selasa (23/7) dikantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dari Januari hingga Juli 2019 angka kekerasan mencapai 44 kasus.

Jika dibandingkan pada tahun 2017 angka kejahatan ini 168 kasus dan pada tahun 2018 mencpai 162 kasus, artinya angka kekerasan ini tiap tahunnya ada penurunan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kabid Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Sosial, Rahmi Yetti Idroes mengatakan, jenis kasus yang terjadi, didominasi kasus pencabulan, pemerkosaan dan penganiayaan disertai kekerasan kepada anak di bawah umur.

Dari tahun ke tahun kasus kekerasan terhadap anak memang ada penurunan.

“Kami mencatat selama periode Januari hingga Juli 2019  ada 44 kasus yang sudah masuk proses hukum,” ujarnya.

Sedangkan pada tahun 2017 kasus yang sudah ditangani 168 kasus dan pada tahun 2018 sebanyak 162 kasus.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Untuk tahun 2019 hanya 44 kasus yang kami cacat, apakah jumlah ini akan bertambah pada akhir tahun kami belum bisa memastikan,” ungkapnya.

Untuk membantu melindungi hak hukum anak sebagai korban, pihaknya intensif melakukan pendampingan selama proses hukum berjalan.

Selain pendampingan hukum, menurut Rahmi, pihaknya juga melakukan pemulihan psikologis dan traumatik terhadap anak korban kekerasan.

“Kami memiliki tenaga psikologi untuk memulihkan trauma pada anak. Dengan harapan, agar anak tidak terus terpuruk dan kembali bergaul di lingkungannya melanjutkan masa depan,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menjelaskan, pemicu meningkatnya kasus kekerasan anak disebabkan semangkin canggihnya teknologi, ekonomi dan pendidikan rendah.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan bahkan kesekolah-sekolah, agar kekerasan ini tidak kembali terjadi,” sebutnya.

Kepada wartawan, Pada 8 April lalu, Kepala Dinas Sosial, Zulfian Afriyanto mengaku, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerahnya tercatat memang cukup tinggi dan menjadi nomor dua terbanyak setelah Kota Padang.

“Untuk menekan angka kejahatan itu kami telah membentuk Satgas PPA di setiap kecamatan,” tutupnya.(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB