Harga Terung dan Buncis Melonjak Naik Di Pasar Maninjau

Penulis -

Rabu, 4 Maret 2020 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar — Sejumlah harga sayur mayur di Pasar Maninjau terjadi lonjakan harga. Terutama pada Terung dan Buncis. Sementara Bawang Merah, Bawang Putih, Cabe Merah turun.

“Ada, perubahan harga terjadi pada Terung dan Buncis. Terung biasanya Rp3 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp7 ribu perkilo. Buncis biasanya Rp6 ribu perkilo, naik jadi Rp12 ribu perkilo,” ungkap Afniati kepada Prokabar.com, Selasa (3/3).

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Lobak dan sejumlah sayur masyur lainnya juga terjadi lonjakan harga. Disebapkan bencana angin kencang yang melanda wilayah tersebut, dan merusak perkebunan petani.

“Akibat angin kencang melanda Maninjau dan Matur sebagai penghasil sayur masyur, berdampak buruk pada pertanian. Banyak tanaman sayur mayur rusak diterpa bencana tersebut,” tuturnya.

Berbeda dengan Bawang Putih, Bawang Merah, dan Cabe. “Adanya bazar murah yang dilakukan pemerintah daerah baru-baru ini, membuat harga Bawang dan Cabe turun. Ditambah pasokan dari Pasaman Barat, Bukittinggi dan Koto Baru,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Bawang putih biasanya 60 ribu satu kilogram, turun menjadi Rp40 ribu. Bawang merah biasanya Rp32 ribu, turun menjadi Rp25 ribu. Dan cabe biasanya Rp40 ribu, turun menjadi Rp35 ribu.

Zuritati, pedagang lainnya membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, angin kencang yang sudah melanda Kabupaten Agam, khususnya di Selingkar Danau Maninjau, berdampak buruk pada pertanian dan sebagian bahan pokok. Seperti kematian massal ikan keramba jaring apung dan gagal panen hasil pertanian.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Dua sektor perekonomian tersebut merupakan mata pencarian utama masyarakat. Akibat dilanda bencana alam angin kencang, merusak hasil pertanian dan perikanan masyarakat,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB