Harga Sembako Mulai Naik di Pasar Tradisional Maninjau 

Penulis -

Kamis, 17 Maret 2022 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Harga sembako atau bahan pokok di pasar tradisional terus terjadi lonjakan. Pengendalian harga dari pemerintah sangat dibutuhkan saat ini. Apalagi kondisi ekonomi masyarakat melemah dan akan berdampak buruk pada pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat nantinya.

Yurlianis, seorang pedagang mengatakan, saat ini harga cabe merah sudah menembus 55 ribu perkilo rupiah, sebelumnya hanya 45 ribu rupiah perkilo. Bawang merah minggu lalu hanya 25 ribu rupiah, naik menjadi 30 ribu rupiah perkilo.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Bawang putih sebelumnya 25 ribu rupiah perkilo, naik menjadi 28 ribu rupiah perkilo. Ubi pelo biasanya 5 ribu rupiah, naik menjadi 8 ribu rupiah perkilo. Kentang biasanya 10 rupiah naik menjadi 11 ribu rupiah perkilo,” tuturnya.

Untuk minyak goreng lanjut Yurlianis, kemasan yang beredar ada dua jenis yakni subsidi dan non subsidi. Harga minyak goreng subsidi dijual 16 ribu perkilo, sedangkan minyak goreng kemasan non subsidi dijual 20 ribu rupiah perkilo.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Harga beras juga ikut naik, biasanya hanya 35 ribu sesukek atau per-tigakilo, sekarang naik menjadi 40 ribu rupiah sasukek atau per-tiga kilogram.

Sementara, harga sembako yang turun terjadi pada sejumlah sayur mayur. Seperti tomat minggu lalu naik 10 ribu perkilo, sekarang menjadi 8 ribu perkilo. Sayur lobak dari 4 ribu rupiah perkilo, turun menjadi dua ribu lima ratus rupiah perkilo. Sayur buncis dari 10 ribu rupiah perkilo, turun menjadi delapan ribu rupiah perkilo.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Kondisi itu cukup menyulitkan kami sebagai pedagang. Karena masyarakat selaku pembeli akan semakin sepi ke pasar untuk berbelanja. Ditambah lagi kondisi ekonomi saat ini melemah,” tutupnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB