Nasional

Harga Pangan Meningkat Jadi ‘Penyakit’ Tahunan, Ini Penjelasan Pemerintah

Foto Beb - Musdalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian

Jakarta, Prokabar – Sudah jadi kebiasaan, jelang Ramadan hingga Idul Fitri harga pangan mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Roeslan Abdulgani, di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (13/5).

Acara yang mengusung tema “Pengendalian Bahan Pangan” ini, Bachtiar menjadi satu dari empat narasumber. Mereka antara lain, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud, Sekjen Departemen Perdagangan Karyanto Suprih, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi.

“Bulog bergerak sesuai regulasi yang mengacu pada PP 13 tahun 2016 dan Keppres 48 tahun 2016. Di mana disebutkan, Bulog memiliki peran terkait ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga,” kata Bachtiar.

Foto Beb – Narasumber yang hadir dalam acara FMB9 : Pengendalian Bahan Pangan

Terkait ketersediaan, Bachtiar mengatakan, Bulog melakukan pengadaan stok ke seluruh indonesia. Baik terkait stok dalam negeri maupun impor.

“Ini termasuk juga penyerapan beras per hari, yang mencapai di atas 10 ribu ton. Bahkan pada April sampai dengan Mei mencapai 14 ribu ton. Sedangkan total stok beras saat ini ada 2.100.000 ton, baik dari dalam maupun luar negeri,” tambahnya lagi.

Kenaikan pada bahan pangan pun meningkat 10 hingga 20 persen. Pemerintah pun melakukan berbagai upaya supaya bahan pangan tetap tersedia dan harga tetap terkendali.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdalifah Mahmud mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.

“Untuk ramadan dan hari raya lebaran dan perayaan lain, kita sudah lakukan koordinasi-koordinasi terkait kebijakan penyediaan stok. Kita komunikasikan tentang persediaan barang pokok seperti beras dan komoditas lain yang menjadi penyebab inflasi lainnya,” ujar Musdhalifah.
L
Tak hanya ketersediaan bahan pangan, Musdhalifah pun memandang masalah distribusi merupakan hal yang penting diperhatikan. Persoalan distribusi ini pun dikomunikasikan dengan Kementerian perdagangan.

Diharapkan dengan adanya distribusi yang lebih baik, membuat masyarakat lebih cepat mendapatkan bahan pangan.

“Kami meyakinkan bahwa ketersediaan itu ada, daging, ayam, telur dan lainnya itu betul-betul tersedia. Dua tahun terakhir kita bisa menjaga harga pangan di level yang sama di pasar, mudah-mudahan tahun ini juga seperti itu,” ujarnya. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top