Harga Kebutuhan Dapur Kembali Normal di Pasaman, Jual Beli Malah Anjlok

Penulis -

Selasa, 11 Juni 2019 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Sepekan usai lebaran, semua aktifitas kembali normal. Begitu juga dengan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar. Contohnya saja cabai merah, pantauan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja, saat lebaran kemarin, harga per kilogramnya yang mencapai Rp60 ribu, kini turun menjadi Rp40 ribu. Begitu juga dengan saudaranya cabai hijau, dari Rp30 ribu per kilo menjadi Rp28 ribu.

“Yang tidak stabil-stabil itu bawang bombai. Akhir Mei lalu harganya Rp22 ribu per kilo, lalu turun Rp13 ribu, tiga hari sebelum lebaran. Naik lagi pas lebaran Rp18 ribu, dan kini turun Rp16 ribu per kilogram,” kata Kabid Pedagangan, Ishak, Selasa (11/6).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Diakui Ishak, untuk harga kebutuhan pokok dapur, semua sudah normal atau tetap. Mulai dari harga beras, ayam, telur, minyak tanah hingga harga rempah-rempah semacamnya.

“Daging sapi, Rp130 ribu per kilo, ayam ras Rp25 ribu, ikan mas dan nila Rp30 ribu per kilo. Telur juga normal, Rp2000 untuk ayam kampung, Rp1400 untuk ayam ras dan Rp2500 untuk harga telur itik per butir. Kalau untuk minyak tanah masih normal juga Rp11 ribu per liter, gas elpiji 3 kg Rp25 ribu dan 12 kg Rp165 ribu. Pokoknya semua normal,” kata Ishak.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Di sisi lain, Pantauan Prokabar.com, meski harga normal, jual beli urusan kebutuhan dapur, tidak begitu bergairah. Selain penyebabnya roda ekonomi masyarakat kurang berputar, kebutuhan anak sekolah lebih dibutuhkan masyarakat untuk dipenuhi.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Tahun ajaran baru, tidak tertutup kemungkinan kebutuhan anak juga baru. Tas yang mintak diganti karena sudah robek, belum lagi baju seragam sekolah yang baru, karena baju lama kekecilan, sepatu dan kebutuhan lainnya. Harus benar-benar memutar otak untuk memenuhi kebutuhan saat ini. Wajar saja, daya beli kebutuhan dapur pas-pasan, orang lebih mengutamakan kebutuhan pendidikan,” keluh Andini, (35), salah satu ibu rumah tangga. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB