Maninjau, Prokabar – Sejak air Danau Maninjau semakin bersih dan sehat, hasil tangkap nelayan semakin melimpah. Kelangkaan ikan endemik seperti rinuak dan Bada, kini sudah melimpah dan murah di pasar-pasar tradisional. Untuk Ikan Rinuak satu kilonya, sudah dapat 15 ribu hingga 10 ribu rupiah. Hal tersebut membuat masyarakat senang dan sudah kembali menikmati ikan asli Danau sisa gunung vulkanik ribuan tahun lalu tersebut.
“Alhandulillah, kami sudah dapat berdagang dan menjual Ikan Rinuak ke pasar tradisional. Meski hanya sebagai pedagang kaki lima, namun setidaknya dengan menjual ikan endemik ini, sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami,” ungkap Linda, salah seorang pedagang ikan endemik di Pasar Ahad, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Minggu (7/7).
Sebelumnya lanjut Linda, Rinuak sempat langka di saat Pasca Tubo Belerang melanda Danau Maninjau. Yakni pada tahun 2016 hingga 2017 lalu. “Harga ikan tersebut mencapai 100 ribu rupiah, itupun bila ada nelayan yang menemukannya,” ujarnya. Sejak pertengah 2018, air danau mulai pulih dan normal. Seiring waktu, Rinuak dan Bada kembali bermunculan, hingga kembali melimpah saat ini.
Untuk Ikan Bada saat ini mencapai 60 ribu rupiah perkilo. Pada saat tubo dulu, ikan ini mencapai harga 150 ribu rupiah perkilo. Sedangkan untuk Penci telah dikupas, 5 ribu rupiah satu liter, sebelumnya mencapai 30 ribu rupiah perliter. “Kami senang air danau sehat dan hasil tangkap nelayan melimpah ruah. Dan kami berharap kondisi ini tetap bertahan untuk seterusnya,” pungkas Linda. (rud)
















