Harga Ikan Rinuak Kini Sudah Rp10 Ribu Perkilo

Penulis -

Minggu, 7 Juli 2019 - 12:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar – Sejak air Danau Maninjau semakin bersih dan sehat, hasil tangkap nelayan semakin melimpah. Kelangkaan ikan endemik seperti rinuak dan Bada, kini sudah melimpah dan murah di pasar-pasar tradisional. Untuk Ikan Rinuak satu kilonya, sudah dapat 15 ribu hingga 10 ribu rupiah. Hal tersebut membuat masyarakat senang dan sudah kembali menikmati ikan asli Danau sisa gunung vulkanik ribuan tahun lalu tersebut.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Alhandulillah, kami sudah dapat berdagang dan menjual Ikan Rinuak ke pasar tradisional. Meski hanya sebagai pedagang kaki lima, namun setidaknya dengan menjual ikan endemik ini, sudah dapat memenuhi kebutuhan keluarga kami,” ungkap Linda, salah seorang pedagang ikan endemik di Pasar Ahad, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Minggu (7/7).

Sebelumnya lanjut Linda, Rinuak sempat langka di saat Pasca Tubo Belerang melanda Danau Maninjau. Yakni pada tahun 2016 hingga 2017 lalu. “Harga ikan tersebut mencapai 100 ribu rupiah, itupun bila ada nelayan yang menemukannya,” ujarnya. Sejak pertengah 2018, air danau mulai pulih dan normal. Seiring waktu, Rinuak dan Bada kembali bermunculan, hingga kembali melimpah saat ini.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Untuk Ikan Bada saat ini mencapai 60 ribu rupiah perkilo. Pada saat tubo dulu, ikan ini mencapai harga 150 ribu rupiah perkilo. Sedangkan untuk Penci telah dikupas, 5 ribu rupiah satu liter, sebelumnya mencapai 30 ribu rupiah perliter. “Kami senang air danau sehat dan hasil tangkap nelayan melimpah ruah. Dan kami berharap kondisi ini tetap bertahan untuk seterusnya,” pungkas Linda. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB