Daerah

Harga Holtikultura Anjlok, Petani Paninjauan Cuma Dapat Lelahnya Saja

Dibaca : 310

Paninjauan, Prokabar – Petani di daerah Padang Panjang dan sekitarnya, mulai terpukul, terkait semakin menurunnya harga produk pertanian mereka. Bahkan, banyak produk holtikultura mereka yang tak terjual.

Di Nagari Paninjauan yang merupakan sentra holtikultura di kawasan tersebut, para petani mulai mengeluhkan rendahnya harga jual. Jenis sayuran yang jatuh harga diantaranya sawi dengan berbagai varian-nya, seledri, terong, bawang daun, wortel, tomat, cabe rawit, dan jenis sayuran lainnya.

Yang agak bertahan adalah cabai merah keriting. Sementara, jahe relatif stabil. Bahkan, jahe sat ini berada dalam kisaran harga tertinggi sepanjang sejarah, yakni berkisar antara Rp25-30 ribu/kg.

“Tapi yang paling memukul adalah anjloknya harga tanaman-tanaman berumur poendek dan cepat panen. Misalnya, Sawi yang biasanya Rp4000-5000/kg, sekarang cuma Rp1000/kg. Bahkan bisa kurang, satu karung yang berisi 50 kg dijual per karung saja seharga Rp20.000,” ungkap Amrizal, salah seorang petani di Paninjauan.

Petani yang biasanya dalam seminggu bisa meraup pemasukan sampai Rp3 juta/minggu, kini jauh berkurang pendapatannya. Bawang daun yang biasanya Rp15 ribu/kg kini paling mahal Rp10 ribu. Begitupun seldri, biasanya mencapai Rp25 ribu/kg, sekarang dihargai hanya berkisar Rp5-8 ribu.

“Cuma lelahnya saja yang dapat dengan harga seperti itu, kita tak dapat apa-apa. Karena biaya produksi yang dikeluarkan dan biaya angkut dari ladang ke pasar tak tertutupi.”ujar Zulkifli, salah seorang petani di Paninjauan.

menurutnya,kondiusi inilah yang dihadapi para petani di Paninjauan dan nagari-nagari sekitarnya, dimana masyarakatnya mayoritas adalah petani. “Biasanya harga turun seperti ini karena bebebrapa faktor, misalnya serbuan produk pertanian dari daerah lain,” lanjutnya.

Namun, kali ini petani berumur 45 tahun ini melihat ada permasalahan lain yang menyebabkan harga produk pertanian anjlok tajam. “Saya dengar di pasar, para pedagang besar atau pengirim ke luar daerah banyak yang tidak jalan, karena langkanya solar,” ujarnya.

Akibatnya, produk pertanian banyak yang menumpuk karena tak ada pedagang pengumpul atau pedagang pengirim yang membeli. “Karena tak banyak toke yang jalan, sehingga barang-barang melimpah, Otomatis harga turun, bahkan tak ada yang membeli,” ujarnya.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top