Harga Holtikultura Anjlok, Petani Paninjauan Cuma Dapat Lelahnya Saja

Penulis -

Senin, 18 November 2019 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paninjauan, Prokabar – Petani di daerah Padang Panjang dan sekitarnya, mulai terpukul, terkait semakin menurunnya harga produk pertanian mereka. Bahkan, banyak produk holtikultura mereka yang tak terjual.

Di Nagari Paninjauan yang merupakan sentra holtikultura di kawasan tersebut, para petani mulai mengeluhkan rendahnya harga jual. Jenis sayuran yang jatuh harga diantaranya sawi dengan berbagai varian-nya, seledri, terong, bawang daun, wortel, tomat, cabe rawit, dan jenis sayuran lainnya.

Yang agak bertahan adalah cabai merah keriting. Sementara, jahe relatif stabil. Bahkan, jahe sat ini berada dalam kisaran harga tertinggi sepanjang sejarah, yakni berkisar antara Rp25-30 ribu/kg.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Tapi yang paling memukul adalah anjloknya harga tanaman-tanaman berumur poendek dan cepat panen. Misalnya, Sawi yang biasanya Rp4000-5000/kg, sekarang cuma Rp1000/kg. Bahkan bisa kurang, satu karung yang berisi 50 kg dijual per karung saja seharga Rp20.000,” ungkap Amrizal, salah seorang petani di Paninjauan.

Petani yang biasanya dalam seminggu bisa meraup pemasukan sampai Rp3 juta/minggu, kini jauh berkurang pendapatannya. Bawang daun yang biasanya Rp15 ribu/kg kini paling mahal Rp10 ribu. Begitupun seldri, biasanya mencapai Rp25 ribu/kg, sekarang dihargai hanya berkisar Rp5-8 ribu.

“Cuma lelahnya saja yang dapat dengan harga seperti itu, kita tak dapat apa-apa. Karena biaya produksi yang dikeluarkan dan biaya angkut dari ladang ke pasar tak tertutupi.”ujar Zulkifli, salah seorang petani di Paninjauan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

menurutnya,kondiusi inilah yang dihadapi para petani di Paninjauan dan nagari-nagari sekitarnya, dimana masyarakatnya mayoritas adalah petani. “Biasanya harga turun seperti ini karena bebebrapa faktor, misalnya serbuan produk pertanian dari daerah lain,” lanjutnya.

Namun, kali ini petani berumur 45 tahun ini melihat ada permasalahan lain yang menyebabkan harga produk pertanian anjlok tajam. “Saya dengar di pasar, para pedagang besar atau pengirim ke luar daerah banyak yang tidak jalan, karena langkanya solar,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Akibatnya, produk pertanian banyak yang menumpuk karena tak ada pedagang pengumpul atau pedagang pengirim yang membeli. “Karena tak banyak toke yang jalan, sehingga barang-barang melimpah, Otomatis harga turun, bahkan tak ada yang membeli,” ujarnya.

Ditambahkan petani lainnya, Zulkifli, dia berharap kondisi ini cepat berakhir dan harga-harga kembali normal. “Kasihan para petani, mereka bekerja keras agar produk pertanian mereka berkualitas, tetapi pada sisi harga tak memadai. Bahkan ada yang membiarkan begitu saja tanamannya membusuk di ladang,” tutup Zulkifli.(mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB