Pasaman, Prokabar – Masyarakat di Kecamatan Padang Gelugur tiba-tiba gempar di hari kedua Idul Fitri 1539 Hijriah. Ini penyebabnya.
Para ibu rumah tangga di daerah itu dicekik harga gas elpiji ukuran 3 kilogram. Harganya mencapai dua kali lipat harga normal.
“Kemarin Rp45 ribu sekarang mencapai Rp50 ribu per tabung. Mentang-mentang orang butuh, seenaknya saja pengencer menjualnya,” kata Amir (30) salah seorang warga setempat.
Pantauan Prokabar.com, untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan hanya berkisar Rp21 ribu. Tidak ada pengawasan dari pihak bertanggungjawab di daerah ini untuk pendistribusian dan harga jualnya.
Menurut Amir yang juga merupakan tokoh pemuda setempat, diduga yang bermain dalam penjualan gas 3 kilo tersebut adalah para pengecer di daerah itu.
“Sebelumnya normal saja. Tiba-tiba dua hari menjelang raya sampai kini terus naik,” kata Amir.
Hal senada juga dikeluhkan Afsyal, warga Padang Gelugur lainnya. Dia mengaku baru membeli gas ukuran 3 kilo kepada pengecer dengan harga Rp.43.000 per tabung. (Ola)
















