Harga Daging Ayam dan Telur di Padang Meroket

Penulis -

Jumat, 7 Desember 2018 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar  — Harga daging ayam potong dan telur ayam di Kota Padang semakin tinggi. Dalam waktu sepekan, harga terus meroket naik hingga mencapai 30% dari harga minggu lalu.

Kenaikan harga tidak hanya berimbas kepada konsumen, tetapi juga dikeluhkan para pedagang. Lantaran mengakibatkan menurunnya omset penjualan.

Harga daging ayam selama sepekan terakhir di Pasar Raya Kota Padang, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dari Rp40.000 menjadi Rp48.000 per ekor. Hampir sama pula dengan harga telur yang sudah diatas Rp40.000 per 30 butir.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Pedagang daging ayam potong di kawasan Pasar Raya, Man, mengaku terpaksa menjual daging ayam potong di atas Rp40.000 kepada pembeli, karena pasokan barang yang susah didapat. Ia juga mengaku, omset penjualan turun hingga mencapai 65%.

“Sepi, biasanya setiap hari semuanya habis, tapi sekarang masih banyak yang belum terjual,” katanya, Jumat (7/12) di Padang.

Masih di Pasar Raya, pedagang lain, Rudi (28), turut menjual harga ayam di atas harga normal. Meski begitu, ia cukup senang karena harga ayam tersebut sudah terbilang turun jika dibanding tahun lalu.

Baca Juga :  Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

“Namun sejak harga naik penjualan berkurang, kalau sekarang paling hanya 100 ekor saja per hari,” katanya.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumbar Dahnil Aswad menilai, pemerintah kurang sigap dalam mengendalikan harga telur dan ayam yang kini terus melambung di atas harga normal. “Keduanya merupakan sumber gizi utama bagi masyarakat golongan menengah ke bawah,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dahnil menyarankan, pemerintah melacak keterjangkauan kedua komoditas itu di tengah masyarakat. Kasus ini juga harus segera dijadikan sebagai bahan evaluasi. Jika hal ini terus dibiarkan, ia khawatir dampaknya akan melebar ke berbagai produk olahan lain.

“Telur dan ayam ini kan tidak hanya untuk konsumsi, tapi juga jadi bahan dasar produk olahan lain. Kenaikan harga ini otomatis bakal mempengaruhi produk-produk dan kegiatan usaha lain seperti pembuatan kue,” katanya. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP
Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik
Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:30 WIB

KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik

Berita Terbaru