Harga Cabai dan Bawang Mulai Merangkak Naik di Agam

Penulis -

Senin, 28 Desember 2020 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Harga komoditi cabai dan bawang di pasar tradisional di Kabupaten Agam mengalami kenaikan menjelang akhir tahun 2020.

Saat ini, harga cabai merah keriting dijual di pasaran Rp 60.000 per kilogram. Sedangkan harga bawang merah merangkak naik menjadi Rp 28.000 per kilogram.

Seorang pedagang bahan pokok di Pasar Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Azwar Chan (36) mengatakan, naiknya harga dua komoditi itu karena permintaan konsumen di luar daerah cukup banyak, sehingga ketersediaan di dalam daerah menjadi berkurang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menjelaskan, untuk harga cabai merah keriting mengalami kenaikan sebesar Rp 10.000, dari harga jual sebelumnya hanya Rp 50.000 per kilogram.

Sementara harga bawang merah saat ini dijual Rp 28.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 25.000. Kendati demikian, harga jual bawang merah naik sebesar Rp 3.000,.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Kenaikan harga komoditi itu sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Hal ini disebabkan oleh dua faktor yakni, akibat cuaca ekstrim yang melanda dan permintaan ke luar daerah yang banyak,” ujar Azwar sebagaimana dilansir Prokabar dari kaba12.

Dikatakannya, selain harga cabai merah keriting dan bawang merah merangkak naik, harga jual cabai hijau keriting dan bawang putih juga mengalami kenaikan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Saat ini harga cabai hijau keriting dijual Rp 35.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp 30.000. Sedangkan harga bawang putih saat ini dijual Rp 24.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp 20.000.

“Kenaikan harga jual bahan pokok itu terjadi hingga menjelang akhir tahun saja. Diperkirakan pada awal tahun 2021 nanti sejumlah harga komoditi sudah kembali stabil,” katanya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB