Harga Beras di Padang Merangkak Naik

Penulis -

Minggu, 4 November 2018 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar —  Sejak Oktober 2018, harga beras di pasar Kota Padang merangkak naik. Di Pasar Raya misalnya, harga beras rata-rata naik Rp2 ribu hingga Rp3 ribu pergantang.

Sebagai informasi, masyarakat Sumatra Barat lebih akrab dengan satuan ‘gantang’ dibanding liter atau kg dalam perdagangan beras. Sebagai perbandingan, 1 gantang setara dengan ukuran 1,4-1,5 kg.

Seorang pedagang beras di Pasar Raya, Zainal (62 tahun), menginformasikan, beras premium jenis Solok Sokan dijual dengan harga Rp25 ribu pergantang. Padahal satu bulan lalu harga jual beras jenis ini masih bertahan di angka Rp23 ribu pergantang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Sementara beras medium Solok dijual dengan harga Rp23 ribu pergantang, naik dibanding bulan lalu seharga Rp 21 ribu per gantang. Sedangkan beras IR 42 atau yang biasa disebut sebagai ‘beras Padang’ dijual dengan harga Rp 21 ribu per gantang, naik dari harga normalnya Rp 19 ribu per gantang.

“Sebetulnya kenaikan mulai sebulan dua bulan ini. Bertahap naiknya,” katanya, Minggu (4/11) di Pasar Raya Padang.

Menurutnya, kenaikan harga kali ini lebih disebabkan karena musim hujan yang mulai datang. Panen di sejumlah daerah dilaporkan gagal karena curah hujan yang tinggi. Tak hanya itu, gabah juga sulit untuk dijemur dengan kondisi seperti saat ini.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kenaikan harga beras ternyata berimbas pada omzet pedagang beras. Zainal mengaku konsumennya semakin sepi seiring kenaikan harga beras. Bila biasanya dalam sehari ia bisa menjual 125 kg beras, saat ini beras yang terjual tak sampai 100 kg dalam sehari.

“omzet turun separuh,” katanya.

Senada dengan Zainal, Masril (57 tahun), juga mengaku ada kenaikan harga beras. Beras Solok Sokan misalnya, ia jual dengan harga Rp 24 ribu per gantang dan harga normalnya Rp 22 ribu per gantang. Sementara beras IR 42 dijual dengan harga Rp 22 ribu per gantang, dari harga normalnya Rp 20 ribu pergantang.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Salah satu warga Padang, Yelfarina, mengeluhkan adanya kenaikan harga beras saat ini. Menurutnya, kenaikan harga beras tentunya memberatkan keluarga dengan ekonomi menengah. Bila keluarga ekonomi lemah mendapat beras sejahtera (rastra) dari pemerintah, lanjutnya, keluarga dengan ekonomi menengah ke atas yang sehari-hari masih membeli beras ikut terpukul dengan kenaikan harga beras.

“Tentunya memberatkan ibu-ibu rumah tangga sekali,” katanya. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB