Tanah Datar, Prokabar- Kenaikan harga BBM di Tanah Datar mulai berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok di pasar Batusangkar.
Dinas Koperindag setempat mencatat, kenaikan yang signifikan terjadi pada harga beras dimana harga terkini seperti beras jenis sokan seharga Rp. 13,500 rupiah perkilogram dan anak daro Rp. 14.000 perkilogramnya.
Dibandingkan pada bulan Juli lalu atau sebelum harga BBM naik, harga kedua jenis beras itu berkisar diharga 11 sampai 12 ribu rupiah perkilogram.
” kalau kita persentasekan, kenaikan harga beras ini mencapai 14% dari harga normal. Naiknya harga beras ini tentunya tidak lepas dari biaya angkutan yang ikut naik ya,” ucap Kabid Perdagangan Koperindag Tanah Datar, Yori Irawan saat ditemui, Kamis (14/9)
Selain beras, harga diatas normal juga ditemukan terhadap komoditi lain seperti cabai merah keriting.
” yang dominam naik lainnya itu harga cabai merah keriting 70 ribu rupiah perkilogram, untuk harga normal 40-45 ribu rupiah perkilogram,” tambahnya.
Untuk harga cabai merah keriting kata Yori diprediksi akan bertahan diposisi 70 ribu rupiah, dan harga akan berubah tergantung pada hasil panen cabai merah di pulau Jawa. Sedangkan, untuk harga kebutuhan lain masih terpantau normal.
” kalau kebutuhan lain, masih terpantau normal dan hal ini bisa disebabkan daerah kita Tanah Datar sebagai daerah penghasil bukan mendatangkan produksi dari luar,” ujarnya.
Pengendalian dampak kenaikan BBM terhadap harga kebutuhan masyarakat dipasaran, Dinas Koperindag berencana akan melakukan operasi pasar. Meski demikian, rencana tersebur masih menunggu petunjuk teknis dari pimpinan.
“dalam menekan harga dari dampak kenaikan harga BBM ini, sesuai instruksi pemerintah pusat kita juga akan melakukan operasi pasar. Tapi sampai kini kami masih menunggu juknis dari penggunaaan dana belanja tidak teduga atau BTT,” tutupnya. (eym)
















