Daerah

Hampir Rampung, Berkas Korupsi Tiga ASN Pasaman Bakal Mendarat di Meja Hijau PN Tipikor Padang

Pasaman, Prokabar — Tiga berkas tersangka dugaan korupsi anggaran pasca bencana yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) di Pasaman, 85 persen rampung.

Berkas setinggi langit ini, sedang dikroscek dan dilengkapi oleh penyidik Kejaksaan Negeri Pasaman. Dipastikan, kasus dugaan korupsi yang menyeret tiga orang ASN Pasaman ini, bakal disidang di Pengadilan Tipikor Padang dalam waktu secepatnya.

“Kurang lebih satu bulan ini, berkas bakal kita limpahkan ke PN Tipikor Padang. Saat ini, kita sedang menyusun dakwaan,” kata Kasipidsus Kejari Pasaman, Erik Eryadi, Jumat (15/3).

Diakui Erik, dalam kasus ini, dugaan kerugian keuangan Negara Rp773 juta, sesuai hasil audit BPK Sumbar. “Tiga ASN yang jadi tersangka ini, yakni, Rizalwin, Ferizal dan Arwinsyah alias Rambe,” kata Erik.

Kasus ini bermula saat adanya bencana tahun 2016 silam di Pangian, Kecamatan Mapattunggul Selatan. Anggaran Rp1,8 miliar pun dikucurkan untuk penanggulangan pasca bencana. Rekanan kala itu CV. S milik Jimmi yang kemudian diatur sedemikian rupa dan dikerjakan oleh pihak lain, Sufnizar alias Babang.

Akan tetapi, dalam realisasinya, banyak item pekerjaan yang tidak sesuai dokumen kontrak. Parahnya lagi, harga satuan kerja pun, seperti pembuangan material longsor banyak yang di mark up. Belum lagi proses pencairan yang tidak sesuai aturan.

“Kemungkinan ada tersangka lain, sebab Babang ini, sudah dua kali kita panggil sebagai saksi, tidak diindahkannya. Bila tidak ada itikad baik, kami bakal DPO kan dia,” tutup Erik. (Ola)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top