Hadiri Wisuda Pesantren Bustanul Yaqin, Ini Harapan Leonardy

Penulis -

Senin, 30 Desember 2019 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Punggung Kasik, Prokabar — Lulusan Pondok Pesantren Bustanul Yaqin diharapkan berkualitas dan bermartabat. Hal itu diungkapkan Anggota DPD RI Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, saat sambutan di acara pemberian ijazah Tsanawiyah (Salafiyah Wustha) dan Wisuda Tahfidz Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, beberapa waktu lalu.

Harapan kita, di Pondok Pesantren Salafi ini menjadikan santrinya berbudi pekerti baik. Santri yang berbudi pekerti baik merupakan manusia yang mampu membina dirinya menjadi berkualitas dan bermartabat,” ujarnya.

Santri yang berbudi pekerti kata Leonardy, pasti rajin menuntut ilmu dan mampu mengamalkan ilmunya. Pengamalan ilmu itulah yang membentuk dirinya dan dengan karakter yang terbentuk itulah di akan dihormati.

Leonardy menegaskan Bustanul Yaqin sebagai salah satu cabang dari 17 cabang Pondok Pesantren Nurul Yakin Ringan-ringan memiliki guru-guru yang handal. Pemimpin pondoknya seorang doktor. Tidak salah jika banyak orang tua yang ingin anaknya menimba ilmu di sini.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Dia pun berharap lulusannya bercita-citalah untuk ke Mesir, Mekkah, Madinah, Marokko dan universitas terkemuka di Timur Tengah lainnya. Mumpung alumni dan pengajarnya punya jaringan bagus ke sana. “Untuk ke Al Azhar minimal hapal 2 juz dan lulus tes. Beasiswanya untuk 100 orang. Kita berharap lulusan pondok ini dan cabang Nurul Yakin lainnya banyak yang jadi ulama panutan,” harapnya.

Diungkapkan Ketua Badan Kehormatan DPD RI bahwa Sumatera Barat kekurangan ulama yang menjadi panutan. Siapa sekarang yang bisa dilabeli ulama kondang satu dekade ini.

Bicara satu kalimat saja tapi maknanya dalam dan orang ikut dengan perkataannya itu. “Ini perlu kita pikirkan bagaimana menjadikan calon-calon Buya/Tuanku yang betul-betul didengar oleh umatnya.

Dia berharap lima tahun berikutnya dapat terjawab. Tidak hanya ilmu, kualitas dan punya martabat menurut masyarakat. “Orang rindu mendengar perkataannya, ceramahnya, fatwanya,” ungkapnya.

Para santri diingatkan untuk mengamalkan ilmunya. Bercita-citalah setinggi-tingginya. Kalau bisa setiap tahunnya ada lulusan Bustanul Yaqin yang melanjutkan ke Al Azhar ke Universitas di Marokko, Mekkah dan Madinah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Asisten I Pemerintah Setda Kabupaten Padang Pariaman, yang juga Pembina Pondok Pesantren Nurul Yakin Ringan-ringan, Drs. Idarussalam Tuanku Sutan mengharapkan Leonardy menjadi “King Maker’ menjadikan lulusan Bustanul Yaqin khususnya dan Cabang-cabang Nurul Yakin pada umumnya untuk menjadi kader-kader Leonardy di legislatif baik di DPRD Padang Pariaman, DPRD Sumbar bahkan di DPR RI dan DPD RI.

Diharapkan makin banyak keluarga pondok yang makin mewarnai pemerintahan dan lembaga legislatif di Padang Pariaman dan Sumbar. “Saat ini sudah banyak lulusan kita yang menjadi doktor dan kandidat doktor. Ini yang termasuk membuat kita bangga,” ujar Idarussalam.

Terkait keluhan terbatasnya lahan yang bakal dimanfaatkan oleh pondok untuk membangun kelas, Idarussalam menghimbau Walinagari untuk berupaya agar Bustanul Yaqin tetap berada di Punggung Kasik.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Ketua Panitia Pelaksana, Irwanto TK. Bagindo Mangkuto, menyebutkan wisuda tingkat Tsanawiyah ada 12 orang dan wisuda Tahfidz sebanyak 15 orang 1-5 juz.

Mereka ada yang berasal dari kota dan kabupaten di Sumbar hingga luar Sumbar.

Pimpinan Pondok Dr. H. Zainal Tuanku Mudo menyatakan, “Hari ini kita berada di majelis ilmu untuk menghormati orang-orang berilmu yang telah belajar dan menamatkan pengajarannya di pondok kami.”

Patut dibanggakan, orang tua yang mempercayakan anaknya belajar di Bustanul Yaqin berasal dari Balige, Jambi, Pekanbaru, Lampung dan lainnya. Panitia pun patut diapresiasi karena mampu melaksanakan kegiatan tanpa dimodali oleh pondok.

“Khusus Abang Leonardy kami ucapkan terimakasih karena hanya memanfaatkan kemajuan teknologi bisa hadir di sini,” ujarnya.

Kemenag yang saat itu diwakili KUA Lubuk Alung, Eriyanto sangat mendukung kegiatan pendidikan di pondok pesantren. Pondok turut membentuk generasi berkarakter. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB