Jakarta, Prokabar – Mabes Polri berencana menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah di sejumlah jalur mudik lebaran. Rekayasa ini bertujuan untuk mengantisipasi dan mengurangi kemacetan saat mudik dan arus balik lebaran.
Kesiapan tersebut disampaikan Kabag Ops Korlantas Mabes Polri, Kombes Benyamin di acara forum diskusi FMB9 di ruang serbaguna Kementerian Kominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/5).
“Kesiapan Polri khususnya Korlantas Mabes Polri memastikan arus mudik dan arus balik tahun ini berjalan lancar. Seperti biasa setiap tahunnya kita akan melaksanakan Operasi Ketupat,” jelas Kombes Benyamin.

Menurutnya kesiapan korlantas Polri sudah dilaksanakan sejak Februari lalu. Diskusi dan survey telah dilaksanakan di sejumlah titik kemacetan dan nantinya akan dilaksanakan saat mudik di H-10.
“Kegiatan persiapan sudah 90 persen. Sejak Februari lalu kita sudah rapat dan survey di sejumlah titik. Kita tetapkan rekayasa pengalihan jalur terutama saat puncak kemacetan terjadi,” tambahnya lagi.
Rekayasa yang dibuat antara lain, one way, ganjil genap dan contraflow. Rekayasa tersebut menurut Benyamin akan dilakukan bila terjadi kepadatan dan sewaktu-waktu disesuaikan dengan kebutuhan.
“Titik kemacetan yang harus diperhatikan adalah tol Cikampek, jalur selatan seperti di Malangbong, Garut dan Pasar Tonjong di Brebes. Itu sebagian tempat idola kemacetan” terangnya.
Benyamin menyebut rekayasa one way rencananya diterapkan selama tiga hari yaitu mulai dari 31 Mei, 1 Juni dan 2 Juni 2019. Ia dan pihaknya juga berharap agar para pekerja bisa cuti bersama selama 3 hari itu.
Selain itu, rekayasa one way ini akan diberlakukan di KM 25 Cibitung hingga KM 262 Brebes Barat. Selanjutnya, untuk arus balik akan diberlakukan di KM 189 Palimanan hingga KM 25 atau 29. Sedangkan rekayasa one way pada arus balik akan diberlakukan pada mulai tanggal 7 sampai 9 Juni 2019.
“Sehingga pergerakan-pergerakan kendaraan, orang dan barang, sekitar Jakarta atau di Jakarta tidak terganggu betul dengan one way yang kita berlakukan itu,” tutur Benyamin. (beb)
















