Padang, Prokabar — Gubernur Sumatera Barat menerima kunjungan dari delegasi beberapa negara seperti Kenya, Ghana, Belanda dan termasuk dari Indonesia yang tergabung dalam Internasional Leraning Even Wash V4CP, di Istana Gubernuran, Senin (22/7).
Kunjungan ini dalam rangka pembelajaran terkait pencapaian pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan bahwa sanitasi di Sumbar sudah termasuk bagus, sebab Sumbar memiliki program Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
“Masalah sanitasi ini sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, terutama penyediaan air bersih, pembuangan kotoran manusia, pembuangan limbah atau sampah rumah tangga yang berujung kepada memburuknya kualitas sumber daya manusia sampai menurunnya produktifitas manusia.” jelasanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, sanitasi yang jelek bisa menimbulkan resiko masalah gizi buruk gizi pendek (stunting), bahkan bisa menimbulkan penyakit seperti diare, typus, hepatitis, demam berdarah, malaria dan penyakit lainnya.
“Dulu kita sangat dikenal dengan toilet terpanjang didunia di tahun 70, namun selang berganti dengan Bupati Padang Pariaman (Anas Malik) keluar peraturan, masyarakat dilarang keras untuk buang air besar atau sampah ke pantai maupun ke sungai, kalau melanggar ada sanksinya,” kata gubernur Sumbar.
Dengan peraturan tersebut masyarakat mulai memahami manfaatnya, pemerintahpun memberikan toilet gratis kepada masyarakat. Hal ini dibuktikannya sampai saat ini sepanjang pantai Pariaman bersih Buang Air Besar (BAB).
“Kita bisa buktikan, saat ini pantai tersebut bukan dikenal sebagai toilet terpanjang di dunia, tetapi pantai tersebut dikenal sebagai desinasi pariwisata yang bernama pantai Gandoria dan pantai Kata,” jelasnya.
Lanjut gubernur juga menjelaskan, bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang mempunyai komitmen untuk mencapai target SDGs tahun 2030 dengan target nomor 6 (Air Minum dan Sanitasi) yang berkelanjutan.
“Di Sumbar kami sudah memberikan sarana sanitasi gratis (supply improvement) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu kita juga melakukan monev Desa Open Dumping Free (Desa ODF) and veritication city ODF,” tuturnya.
Menurutnya semua ini berkat kerjasama dengan semua pihak, sehingga kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan sanitasi berjalan dengan baik, “Mulailah stop buang air besar sembarangan,” tutup Irwan Prayitno. (*/hdp)
















