Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Gubernur Ingatkan KPU Untuk Fasilitasi Masyarakat Gunakan Hak Pilih

Dibaca : 66

Padang, Prokabar — Hak memilih adalah hak yang dijamin dalam konstitusi sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) yang mengatur mengenai hak memilih.

Hak tersebut seperti yang tercantum dalam Pasal 43 yang menyatakan, setiap warga mendapatkan hak dipilih dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak melalui pemungutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil seusai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk itu tak ada alasan bagi penyelenggara, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan atau membatasi hak rakyat dalam memilih, khususnya saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 pada 9 Desember nanti.

“Meski di tengah pandemi, tak ada alasan pemilihan berlangsung asal-asalan. KPU mesti profesional dengan mengikuti prosedur serta tahapan yang sesuai protokol Covid-19,” ucap Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dilansir, Jumat (4/12).

Dia menegaskan, masyarakat punya hak pilih dan datang ke tempat pemungutan suara (TPS), juga wajib difasilitasi dalam menyalurkan suaranya. “Walau saat pencoblosan KPU telah mengatur jadwal, tetap harus difasilitasi masyarakat yang datang di luar jadwalnya. Jangan sampai suara mereka hilang karena panitia menolak menerima mereka,” tambah dia.

Agar tidak terjadi keributan di TPS, aparat gabungan dari unsur POLRI dan TNI akan berjaga di tempat pencoblosan. “Memastikan situasi kondusif, aparat keamanan akan standby di lokasi. Lebih kepada mengendalikan keadaan tetap aman. Terutama saat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengambil kebijakan penting, seperti pencoblosan diluar jadwal tadi,” tambah dia.

Terakhir, gubernur Irwan meminta tim sukses pasangan calon sukarela menurunkan baliho dan spanduk-spanduk saat memasuki hari tenang pada 6-8 Desember mendatang.

“Saya harap timses dapat menurunkan alat publikasi kampanyenya ketika hari tenang datang. Tak usahlah sampai aparat yang menertibkan. Kita mohon kesadaran saja dari masing-masing tim sukses,” pinta Irwan.

Rangkaian kegiatan coffee morning tersebut ditutup dengan rapat koordinasi yang lebih detil membahas evaluasi kampanye, pelanggaran-pelanggaran serta persiapan hari-h pencoblosan. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top