Gubernur Geram Penyandang Disabilitas Diusir Dari Masjid Raya Sumbar

Penulis -

Senin, 21 Januari 2019 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyandang disabilitas, Abraham Ismed saat berada di Masjid Raya Sumatera Barat.

Penyandang disabilitas, Abraham Ismed saat berada di Masjid Raya Sumatera Barat.

Padang, Prokabar – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno geram dengan perlakuan seorang oknum petugas keamanan Masjid Raya Sumbar yang mengusir warga disabilitas karena membawa kursi roda ke teras masjid.

Kejadian ini terjadi pada Sabtu 19 Desember 2018 lalu, sempat viral di media sosial usai penyandang disabilitas bernama Abraham Ismed itu memposting pengalaman pahit diterimanya di akun pribadinya @boy1492.

Mereka mengaku diusir petugas keamanan Masjid Raya Sumbar karena membawa kursi roda masuk ke teras Masjid. Pengalaman yang dialami oleh penyandang disabilitas yang bernama Abraham Ismed itu pun menjadi viral usai dia bagikan di laman instagram pribadinya.

Hingga Minggu (20/1) malam, foto dan video yang dibagikan oleh akun @boy1492 itu sudah di-like 86 warganet dan juga sudah dikomentari sebanyak 84 kali. Di postingan tersebut, Abraham pun mengunggah sebuah foto menggunakan kursi roda berikut tujuh video.

Kegeraman Gubernur tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. Ia mengatakan, Gubernur meminta agar oknum petugas keamanan tersebut segera ditindak tegas.

“Pak Gubernur sudah menanggapi persoalan itu, beliau minta tindak tegas dan tegur satpam yang melakukan pengusiran,” katanya.

Menurut Nasrul, kaum disabilitas harus mendapatkan tempat di Masjid Raya Sumbar, jika kursi roda kotor maka harus disediakan air untuk membersihkan teras tempat ibadah itu jika memang kotor.

“Harus ada tempat khusus untuk kawan-kawan disabilitas ini,” ujarnya.

Menanggapi situasi demikian, Pemprov Sumbar akan menyediakan kursi khusus dan tempat khusus untuk disabilitas melaksanakan ibadah di Masjid Raya Sumbar.

Dijelaskannya, Masjid Raya Sumbar memang di bawah kewenangan Pemprov Sumbar melalui di Biro Bina Mental dan Kesra.

Sementara Kepala Bagian Bina Mental, Biro Bina Mental dan Kesejahteraan Sekretariat Provinsi Sumbar, Karimis berjanji mencarikan solusi dari masalah itu.

“Kami akan carikan solusinya,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, viral video pengusiran terhadap sekelompok disabilitas yang membawa kursi roda ke teras Masjid Raya Sumbar. Bahkan Abraham Ismed salah seorang difabel yang menerima perlakuan tak mengenakan itu menyampaikan, alasan pengusiran karena dinilai kursi roda tidak suci.

Menurut penuturan Ismed kejadian itu berawal saat dirinya dan beberapa orang rekan usai melaksanakan salat Ashar pada Sabtu (19/1) lalu. Kemudian, mereka pun memutuskan istirahat dan diskusi bersama teman difabel lainnya di teras lantai dua Masjid. Tak lama kemudian, mereka pun didatangi dua orang petugas keamanan Masjid Raya Sumbar.

“Mereka melarang kursi roda untuk naik ke atas Masjid,” ujarnya.

Kata Abraham, sempat terjadi adu mulut antara kawan-kawan difabel dengan security. Bahkan, para security itu menyebut mereka bekerja sesuai perintah atasan itu dan mengatakan pelarangan kursi roda karena dinilai kotor dan tidak suci.

“Kalau memang seperti itu siapkan kursi roda khusus untuk kami. Katanya Kota Padang ini ramah disabilitas, apakah kami tidak boleh beribadah di Masjid Raya?” katanya.

Disampaikannya, kursi roda adalah kaki bagi kaum difabel, tanpa kursi mereka sulit melakukan aktivitas. Menurunnya, kalau pengurus atau petugas keamanan menlai kursi roda yang mereka gunakan tidak suci, sebaiknya disediakan tempat khusus untuk membersihkan kursi roda tersebut.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB