Prokabar.com, Padang- Prodi Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas menjalin kerjasama dengan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Sumatera Barat.
Pertemuan berlangsung di Kantor Gerkatin di Ulak Karang, Kamis (12/8) kemaren.
“Dalam hidup, setiap insan manusia membutuhkan ilmu, karena dengan ilmu manusia dapat bertahan dan berkembang.”
“Ilmu dari jalur pendidikan, terutama dari formal dan non formal,” ungkap Ketua Prodi Sastra Minangkabau, Yerri Satria Putra kepada Prokabar.com, Jumat (13/8).
Ia melanjutkan, pada Pasal 31 UUD 1945 mengamanatkan bahwa pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara.
Tetapi pendidikan dasar merupakan kewajiban bagi setiap warga negara dan pemerintah pun wajib membiayai kegiatan tersebut.
Dalam UUD 1945 tersebut, Program Studi Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas memiliki rencana untuk mengadakan pelatihan bahasa isyarat.
Pelatihan itu untuk dosen dan mahasiswa serta untuk pengembangan kurikulum berbahasa isyarat di Program Studi Sastra Minangkabau.
Kerjasama denan Gerkatin
“Kerjasama ini adalah langkah awal dari rencana strategis Prodi Sastra Minangkabau, guna memenuhi hak warga negara terkait pendidikan.”
“Prodi Sastra Minangkabau belum pernah menerima masyarakat tuna rungu sebagai mahasiswa.”
“Hal ini lantaran Sastra Minangkabau memiliki keterbatasan dalam kemampuan menjalin komunikasi dengan tuna rungu,” lanjutnya.
Prodi Sastra Minangkabau belum yakin bisa melayani dan memenuhi kebutuhan tuna rungu.
Meski demikian Prodi ini dapat menjalankan dan meningkatkan kemampuan untuk terus lebih baik.
“Kami meminta dukungan dari Gerkatin untuk pengembangan terkait bahasa isyarat di Prodi Sastra Minangkabau,” ujarnya.
Dalam waktu dekat tegasnya, guna menguasai keterampilan berbahasa isyarat, Program Studi Sastra Minangkabau akan memiliki agenda untuk mengadakan pelatihan bahasa isyarat oleh pihak Gerkatin.
“Diharapkan dari pelatihan tersebut, baik dosen maupun mahasiswa mampu menyusun bahan ajar dan berkomunikasi dengan tuna rungu.
K edepannya, secara bertahap, Prodi Sastra Minangkabau akan mengembangkan bahan pengajaran bagi tuna rungu, dan menjejaki kemungkinan membuka penerimaan mahasiswa jalur prodi bagi para difabel agar bisa menempuh pendidikan hingga jenjang S1 di Prodi Sastra Minangkabau,” tuturnya. (rud)
















