Bola

Genta.. Oh..Genta, Belum 24 Jam dari Timnas Langsung Tarkam

Dibaca : 1.2K

Oleh: Rizal Marajo

Betapa bangga urang Sumbar, melihat pesepakbola muda usia bernama Genta Alparedo tampil di Stadion Madya senayan, Minggu malam. walau cuma bertajuk laga ujicoba dan masuk sebagai pemain pengganti, tapi jersey yang dipakainya malam itu, keren habis.

Ada lambang garuda di dada kiri jersey hitam nomor 26 itu, itulah jersey Timnas Indonesia U-23. Siapa yang tak bangga, tidak hanya orang kampungnya di Kuranji sana, tapi Sumbar dan orang-orang bolanya pasti ikut bangga dan senang hati.

Apalagi dalam debutnya bersama Timnas itu, penampilan pemain muda ini cukup mengesankan. Tidak ada demam panggung, walau harus bermain dengan nama-nama besar dan senior seperti Osvaldo Haay, Adam Alis, bahkan yang digantikannya adalah pemain sekaliber Evan Dimas.

Tadi siang Genta pulang ke Padang, tapi saya mendapat kabar yang kurang sedap. Sorenya, mutiara sepakbola Ranah Minang masa depan itu sudah terlihat bermain di salah satu ajang sepakbola Tarkam di Kota Padang. Tak ayal, saya pun terhenyak.

Bagaimana bisa, belum 24 jam usai bermain di Timnas, langsung bermain di ajang tarkam yang pastinya akan sangat beresiko. Mungkin, mereka yang meminta Genta main terlalu bangga dengan anak itu, sehingga merasa perlu “pamer” sedikit dengan menerjunkannya di pertandingan itu.

Terlepas dari hal itu, harusnya mereka bisa bersikap lebih bijak. Bahwa Genta bukan lagi hanya punya Kuranji, Kota Padang, atau Sumbar saja, tapi ketika dia sudah memakai jersey berlambang Garuda, dia adalah milik Indonesia.

Seharusnya bersama menjaga dia, merawatnya sebaik mungkin. Jangan terlalu dieksploitasi anak semuda itu. Bahkan ketika dia belum mencicipi menit bermain di Semen Padang FC, tapi justru dia lebih dulu menikmati menit bermain di Timnas.

Bahkan dia sudah merasakan bagaimana berlatih di luar negeri, di salah satu kutub sepakbola dunia malah, dibawah asuhan pelatih level Piala Dunia. Sejatinya dia adalah asset berharga sepakbola Sumbar.

Talenta bagus seperti Genta yang tak akan muncul dan lahir setiap tahun. Tapi disisi lain, di usianya sekarang adalah masa paling rawan, usia transisi yang penuh godaaan dan tantangan. Genta membutuhkan orang-orang bijak di sekelilingnya.

Yang perlu difikirkan sekarang, setelah Genta pulang dari Pelatnas, mau kemana dia? Dia satu-satunya pemain dari klub Liga 2, ketika rekan-rekannya di Timnas bersiap tampil di ajang pramusim Piala Menpora 2021.

Sementara Semen Padang FC sendiri, sejauh ini belum memulai persiapan Liga 2 2021 yang belum jelas ujung pangkalnya. Alangkah riskan, jika dimasa jeda ini dia dipaksakan terjun di ajang Tarkam demi Tarkam.

Kalau ditanya Genta sendiri, sebagai pemain yang telah merasakan bagaimana ditempa dan dilatih di Tim Nasional, pastilah dia akan berfikir panjang untuk mau tampil di ajang tarkam, karena dia tahu resiko dan tanggungjawabnya menjaga diri dan karirnya di sepakbola yang masih panjang.

Hatinya pasti ingin bermain di Piala Menpora, seperti rekan-rekannya di Timnas yang sudah kembali ke klub masing-masing dan bersiap tampil di ajang Menpora. Kakinya pasti gatal-gatal ingin tampil di iven tersebut.

Mungkin meminjamkan dia ke salah satu klub Liga 1 adalah sebuah solusi yang cukup layak dipertimbangkan Semen Padang FC, selaku pemilik Genta saat ini, ketimbang membiarkan dia berkelana dari satu tarkam ke tarkam lain.

Setidaknya jika dia bermain di Piala Menpora, dia akan mendapatkan pengalaman, jam terbang, menit bermain, dan aura kompetisi yang sesungguhnya. Karena hal itu akan membuatnya semakin termotivasi menunjukan kemampuan terbaiknya, dan setapak demi setapak dia akan memulai jalan menuju kematangan sebagai pemain.

Langkah awal memang telah dilakukan Semen Padang FC, memberinya sebuah kontrak jangka panjang. Sebuah langkah pengamanan yang cerdas, kalaupun si Genta digoda klub lain, ada mekanisme transfer yang akan dimainkan yang membuat nilai Anak Kuranji itu semakin tinggi.

Sekali lagi, ini cuma usul usil. Kalau dinilai masuk akal, rasional, dan diterima Alhamdulillah, kalau tidak juga Alhamdulillah. Wassalam.


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top