Gempabumi Pariaman Dipicu Akifitas Subduksi Lempeng

Penulis -

Selasa, 5 September 2017 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pariaman, Prokabar – Hari Selasa (05/09/2017) pukul 09:52:13 WIB, wilayah laut Pariaman diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG Stasiun Geofisika Silaing Bawah Padang Panjang menunjukkan bahwa gempabumi terjadi dengan kekuatan M=4.2 Skala Richter. Pusat gempabumi terletak pada 1.24 LS dan 99.73 BT, tepatnya di laut 82 km Barat Daya PARIAMAN-SUMBAR pada kedalaman 20 km. 
Hasil laporan masyarakat menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di wilayah Kota Padang dan Kota Pariaman pada skala II SIG-BMKG (II-III MMI) serta Kota Padang Panjang pada skala intensitas I SIG ( I MMI )

Gempabumi ini diindikasikan masih gempa susualan dari gempabumi 1 September 2017 dengan kekuatan M=6.0, yang dirasakan di daerah Padang, Pariaman, painan, dan Kep. Mentawai II SIG-BMKG (V MMI), Padang Panjang dan Bukittinggi II SIG-BMKG (IV MMI), Limapuluhkota, Tanah Datar, Solok, Muko-muko II SIG-BMKG (II-III MMI), serta Kepahiang I SIG-BMKG (I-II MMI). Menginat jaraknya hanya 10km dari pusat gempa tanggal 1 September 2017. Berdasarkan monitor BMKG Padang Panjang ini adalah gempa susulan yang ke 3.

Wilayah Sumatera Barat merupakan wilayah yg tingkat aktivitas kegempaannya tinggi, Periode Januari-Juli 2017 total kejadian gempabumi diwilayah Sumatera Barat dan sekitarnya sebanyak 307 kali.

Data kegempaan setempat memang menunjukkan bahwa wilayah Pariaman termasuk kawasan dengan tingkat aktivitas kegempaan yang tinggi. Hal ini disebabkan karena keberadaan sesar Mentawai dan zona subduksi di wilayah ini. (rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB