Pessel, Prokabar — Gempabumi tektonik kembali mengguncang wilayah Pesisir Selatan, Jumat (14/12). Menurut hasil analisis BMKG menunjukan gempabumi terjadi pukul 21:04:06 WIB dengan kekuatan M=4,1 Skala Richter. Episenter terletak pada koordinat 1.75 LS dan 100.53 BT, 40 Km Barat Daya Kabupaten Pesisir Selatan-SUMBAR, pada kedalaman 36 km.
Menurut Kepala Stasiun Geofisika Klas I Padang Panjang, Irwan Slamet, berdasarkan laporan masyarakat gempabumi dirasakan di daerah Painan dalam skala intensitas I SIG-BMKG (II MMI).
Terkait peristiwa gempabumi yang baru saja terjadi, hingga laporan ini disusun belum terjadi aktivitas gempabumi susulan. “Masyarakat dihimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG. Khusus masyarakat di daerah pesisir pantai dihimbau agar tidak terpancing isu karena gempabumi yang terjadi tidak berpotensi tsunami,” himbaunya.
Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempabumi ini merupakan gempabumi akibat aktivitas subduksi aktif Mentawai. Analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu aktifitas deformasi pada slab tersubduksi.
“Historis gempabumi merusak yang pernah terjadi pada subduksi aktif Mentawai yang berdekatan pada lokasi tersebut. Yaitu gempabumi 2 Juni 2016 jam 05:56:02 dengan kekuatan M=6.5 yang menimbulkan kerusakan ringan di Painan. Dan dirasakan di Painan, Solok, Mukomuko, dan Sikakap Kepulauan Mentawai IV-V MMI, Padang, Sipora Kepulauan Mentawai IV MMI, Pariaman, Agam, Batusangkar, Padang Panjang III-IV MMI, 50 Kota, Pasaman Barat, Sijunjung, Sungai Penuh dan Kerinci III MMI, Pasaman dan Pekanbaru II-III MMI,” pungkasnya. (rud)
















