Gempa yang Guncang Padang Subuh Tadi, Ciri Khas Gempa Megathrust

Penulis -

Selasa, 3 Agustus 2021 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Gempa bumi berkekuatan 5.9 Magnitudo kagetkan masyarakat kota Padang usai salat subuh, Selasa (3/8).

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada 135 km arah Barat Daya Kota Mukomuko, Bengkulu pada kedalaman 21 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono melalui akun twitter pribadinya menjelaskan gempa Pagai Selatan M5,9 pagi ini merupakan jenis gempa dangkal akibat subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di zona megathrust Segmen Mentawai-Pagai.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa Pagai M5,9 pagi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang menjadi ciri khas gempa megathrust.” tulisnya.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Gempa Pagai Selatan M5,9 pagi ini lokasinya dekat gempa besar pada 25 Okt 2010 dengan kekuatan M7,7 yang memicu tsunami menyebabkan 408 orang meninggal dan 303 orang hilang.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Hanya saja gempa 2010 dekat ke deformation front, yang pagi ini lebih jauh ke arah Pulau Pagai Selatan.” terangnya.

Hingga saat ini, hasil monitoring BMKG menunjukkan sudah terjadi 2 kali aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M=5,4 dan M=3,6.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat Gempa Pagai Selatan Mag. 5,9.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa yg terjadi tidak berpotensi tsunami.

“Magnitudo gempa belum cukup kuat untuk menimbulkan deformasi dasar laut yg menimbulkan gangguan kolom air laut.” terangnya. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB