Gempa Pasbar: Malam Tiba, Hujan Menambah Ketakutan

Penulis -

Jumat, 25 Februari 2022 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simpang Ampek, Prokabar – Malam datang seperti menjulurkan kaki-kaki ketakutan di Pasbar. Gelap datang bersama makin tebalnya awan hitam di sebagian langit daerah itu.

Sementara Talamau, longsor, seolah mengirimkan kabar pertakut pada desa-desa di kakinya. Tanah bergerak, menari nari dialiran sungai, membawa lumpur pekat. Teriakan Allahu Akbar menggema dari bibir bibir yang sudah pucat.

Gempa 6,1 SR di Pasbar, Jumat pagi, membuat warga seperti berada dalam ayunan. Rumah ambruk, bangunan lain rubuh,. Masjid, seperti bersujud pada Illahi Robbi.

Sebanyak 10 ribu pengungsi, pergi dari rumah membawa serta ketakutan. Akan bermalam di tenda-tenda kendor, dengan tiang-tiang seadanya. Di beberapa tempat, tenda telah terpasang dalam jumlah sedikit.
Gubernur Mahyeldi menemui pengungsi di kantor bupati, yang tenda belum terpasang.

Bantuan dari parpol, seperti Gerindra, telah sampai, Dari BUMN, BRI telah tiba. Tim Reaksi Cepat PT. Semen Padang, meluncur jauh ke daerah terdampak paling parah.

Dan memang, daerah paling parah, Kajai, malam ini kuyup oleh hujan lebat. Tak tentu mana yang akan diurus, sebab warga tinggal di pengungsian.

Di sini, gempa benar-benar membuat remuk redam, warga masih ketakutan, kini hujan lebat datang pula.

Hujan telah memberi tanda sejak sore, tatkala awam hitam kian merendah. Warga bergerombol, dari celah awam hitam itu, memandang jauh ke depan.

Di depan sana, pipi Gunung Talamau telah robek-robek oleh longsor. Tanahnya menggeduru ke bawah.
Longsoran itu akan hanyut ke bawah dan kian ke bawah, jika hujan lebat terus turun.

Sementara itu, warga tidak bisa berkomunikasi. Jaringan telpon seluler putus, listrik apalagi. Maka lengkaplah derita mereka untuk malam ini. (nrs)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB