Gempa Menghoyak, Karyawan Semen Padang Berhamburan

Penulis -

Jumat, 26 April 2019 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Raungan sirine panjang tiba-tiba menggelegar di kantor Pusat PT Semen Padang. Ratusan karyawan yang beraktivitas di kantor tersebut tampak berlarian keluar gedung.

Ada juga yang berlindung di bawah meja dan kursi. Namun itu tidak lama. “Ayo keluar dari gedung!” teriak salah seorang karyawan yang bertindak sebagai evakuator.

Dengan segera karyawan yang ada berlari menuju titik kumpul di Plaza Kantor Pusat. Mereka berbaris teratur. “Para staf agar menghitung personil. Cek semuanya, apa ada yang masih dalam gedung,” perintah pimpinan unit kerja.

“Lengkap !” jawab salah seorang staf pimpinan.

Meski dilaporkan lengkap, pimpinan unit tadi tetap meminta evakuator mencek kembali ke dalam gedung. “Cek apa masih ada yang tertinggal atau menjadi korban,” perintahnya.

Benar saja. Tidak berapa lama berselang, dua evakuator membopong salah seorang karyawan dari dalam gedung. Karyawan tersebut dilaporkan tertimpa reruntuhan, dan kakinya patah. Ia selanjutnya mendapat pertolongan pertama. Setelah kondisi dinyatakan aman, karyawan kembali melanjutkan aktivitas dengan tetap waspada jika terjadi gempa susulan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Peristiwa itu bukan kejadian sebenarnya. Melainkan kegiatan simulasi bencana yang digelar perusahaan semen pertama di Indonesia itu, dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HBN).

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, kegiatan simulasi ini dilaksanakan di seluruh unit kerja yang ada di PT Semen Padang, di anak-anak perusahaan Semen Padang Grup dan Yayasan Igasar PT Semen Padang secara mandiri.

“Nantinya hasil pelaksanaan ini akan dikumpulkan ke Unit Safety Health and Environment (SHE), kemudian dilaporkan bahwa Semen Padang Grup telah melaksanakan kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana,” katanya.

Selain di masing-masing unit kerja yang ada di emplasmen PT Semen Padang, kegiatan ini jga dilaksanakan secara mandiri di Tambang PT Semen Padang dan Packing Plant Teluk Bayur.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

“Khusus untuk Packing Plant Teluk Buyur dilaksanakan simulasi terhadap ancaman Tsunami karena berada di zona merah. Untuk simulasi ini dilakukan dengan koordinasi bersama karyawan yang ada di pabrik kantong Bukit putus sebagai tempat evakuasi,” katanya.

Dalam simulasi yang dilaksanakan, kegiatan dikoordinir oleh Unit HSE dengan mengumumkan kepada tim Petugas Kesiapan Tanggap Darurat (PKTD) di PKTD di masing-masing unit kerja.

“Sehingga diharapkan kepada kita semua lebih siap dalam menghadapi bencana. Karena bencana tidak bisa kita kendalikan, kita hanya bisa mengendalikan sikap kita dalam menghadapi bencana,” tuturnya.

Kepala Departemen SDM & Umum PT Semen Padang R Trisandi Hendrawan mengatakan, simulasi bencana pada Hari Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan sangat bermanfaat bagi karyawan.

“Kegiatan ini baik karena bermanfaat bagi karyawan. Karyawan yang bekerja di lantai tiga, empat dan lima perusahaan juga tahu bagaimana bersikap saat terjadi gempa. Bagaimana menyelamatkan diri saat gempa terjadi dan bagaimana kesiapan kita dalam menghadapi bencana,” katanya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Kepala Unit HSE, Musytaqim Nasra mengatakan, simulasi Hari Kesiapsiagaan Bencana tahun 2019 di PT Semen Padang di fokuskan pada dua titik, yakni kantor pusat dan Packing Plant Teluk Bayur.

“Packing Plant Teluk Bayur merupakan lokasi zona merah Tsunami. Jadi kita bekerjasama dengan karyawan yang ada di Pabrik Kantong Bukit Putus untuk melakukan evakuasi. Hal ini karen titik evakuasi berada disana. Kemudian untuk Kantor Pusat, kita fokus pada karyawan yang bekerja di lantai tiga dan empat soal bagaimana menyelamatkan diri saat bencana terjadi,” jelasnya.

Untuk karyawan yang berada di lantai tiga dan empat juga bisa menyelamatkan diri dengan berkumpul di shelter sementara untuk berlindung. “Dan hal yang perlu dipahami bersama saat bencana terjadi adalah shelter, titik kumpul, shelter sementara dan shelter permanen serta menyiapkan tas siaga bencana seperti yang terlah disosialisasikan sebelumnya,” jelasnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi
KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing
Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul
Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP
Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik
Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42 WIB

KAI Divre II Sumbar Perkuat Dukungan Hukum dan Pengamanan Aset melalui PKS dengan Kejaksaan Negeri Bukittinggi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:30 WIB

KAI Divre II Sumbar Bersama BRI Dorong UMK Mitra Binaan Naik Kelas dan Berdaya Saing

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Fadly Amran Tinjau Pembangunan SDN 01 Pasar Laban, Minta Percepat dan Bangun Tanggul

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Padang Terapkan PJJ untuk PAUD, SD, dan SMP

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Fadly Amran Buka Promoting Rise di PNP, Dorong Kolaborasi Teknologi Kendaraan Listrik

Berita Terbaru