Padang, Prokabar – Pada hari Kamis Tanggal 26 Juli 2018 Masyarakat Kota Padang diguncang gempabumi tepatnya pada pukul 17.34.57 WIB. Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.2. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.72 Lintang Selatan dan 99.78 Bujur Timur, sekitar 78 kilometer Tenggara Kep. Mentawai- SUMBAR, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer. Berdasarkan Informasi dari Masyarakat gempa tersebut dirasakan di padang II MMI dan Padang Pariaman sekitar I – II MMI.
Pada malam harinya gempa Mentawai terjadi lagi pada pukul 22:10:00 WIB dengan kekuatan M=4.4SR dan langsung disusul gempa yang lebih kuat pada pukul 22:12:48 WIB. Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.9 SR Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.68 Lintang Selatan dan 99.78 Bujur Timur, sekitar 99 kilometer Tenggara Kep. Mentawai- SUMBAR, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer. Gempabumi yang inilah yang cukup kuat dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Kota Padang Panjang I MMI, Pariaman dan Padang II MMI, Mentawai III – IV MMI.
Hasil pengamatan Stasiun Geofisika Padang Panjang, dari tanggal 26 Juli 2018 jam 17:00 WIB sampai dengan tanggal 27 Juli 2018jam 08:30WIB sudah tercatat 14 kali gempabumi Mentawai. Berikut data hasil pengamatan Stasiun Geofisika Padang Panjang :
[table id=1 /]

Gempa mentawai ini disebabkan oleh Zona Subduksi dangkal atau yang disebut sebagai ”Megathurst Subduction Sumatera ”. Dimana Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan ±50-60 mm/tahun.
Stasiun Geofisika Padang Panjang akan terus memonitor terkait perkembangan gempabumi Mentawai. Sumatera Barat merupakan daerah yang berpotensi terjadinya gempabumi, yang disebabkan oleg tiga sumber utama yaitu Zona subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia, Sesar Mentawai dan Sesar Sumatera. Untuk itu himabauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada.
Ma’muri
Kepala Seksi Data dan Informasi
Stasiun Geofisika Padang Panjang
















