Gempa Beruntun di Padang, Ini Data Lengkapnya

Penulis -

Jumat, 27 Juli 2018 - 09:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Pada hari Kamis Tanggal 26 Juli 2018 Masyarakat Kota Padang diguncang gempabumi tepatnya pada pukul 17.34.57 WIB. Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.2. Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.72 Lintang Selatan dan 99.78 Bujur Timur, sekitar 78 kilometer Tenggara Kep. Mentawai- SUMBAR, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer. Berdasarkan Informasi dari Masyarakat gempa tersebut dirasakan di padang II MMI dan Padang Pariaman sekitar I – II MMI.

Pada malam harinya gempa Mentawai terjadi lagi pada pukul 22:10:00 WIB dengan kekuatan M=4.4SR dan langsung disusul gempa yang lebih kuat pada pukul 22:12:48 WIB. Dari hasil analisa BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang diperoleh parameter gempabumi dengan kekuatan M=4.9 SR Pusat gempabumi ini berada di laut pada koordinat 1.68 Lintang Selatan dan 99.78 Bujur Timur, sekitar 99 kilometer Tenggara Kep. Mentawai- SUMBAR, pada kedalaman hiposenter 10 kilometer. Gempabumi yang inilah yang cukup kuat dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Kota Padang Panjang I MMI, Pariaman dan Padang II MMI, Mentawai III – IV MMI.

Hasil pengamatan Stasiun Geofisika Padang Panjang, dari tanggal 26 Juli 2018 jam 17:00 WIB sampai dengan tanggal 27 Juli 2018jam 08:30WIB sudah tercatat 14 kali gempabumi Mentawai. Berikut data hasil pengamatan Stasiun Geofisika Padang Panjang :

[table id=1 /]

Peta Sebaran Gempabumi Metawai 26 Juli 2018

Gempa mentawai ini disebabkan oleh Zona Subduksi dangkal atau yang disebut sebagai ”Megathurst Subduction Sumatera ”. Dimana Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara. Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano). Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan ±50-60 mm/tahun.

Stasiun Geofisika Padang Panjang akan terus memonitor terkait perkembangan gempabumi Mentawai. Sumatera Barat merupakan daerah yang berpotensi terjadinya gempabumi, yang disebabkan oleg tiga sumber utama yaitu Zona subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia, Sesar Mentawai dan Sesar Sumatera. Untuk itu himabauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada.

Ma’muri

Kepala Seksi Data dan Informasi

Stasiun Geofisika Padang Panjang

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI
Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari
Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027
Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir
Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
Merasa Dilecehkan Kadis, Staf Disparporabud Pasaman Lapor Polisi
Hasil 32 Besar Piala Dunia 2026; Kalah Adu Penalti dari Paraguay, Jerman Angkat Koper
Si Jago Merah Mengamuk Dua Unit Rumah Warga Lubuk Sikaping Tinggal Abu

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:35 WIB

Rektor UIN Bukittinggi Prof. Silfia Hanani : ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menag RI

Senin, 28 September 2026 - 09:52 WIB

Hujan Abu Vulkanik Gunung Merapi Guyur Bukittinggi dan Agam pada Malam Hari

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemko Padang Wajibkan Warga Pilah Sampah Rumah Tangga Mulai 2027

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:14 WIB

Sungai Tumayo Kembali Meluap, Ratusan Rumah Warga Terancam Banjir

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:48 WIB

Polda Sumbar Gelar Turnamen Mobile Legends, Jadi Ajang Atlet Esports Menuju Kapolri Cup

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB