Tanah Datar, Prokabar – Setelah melakukan pembicaraan secara alot di Kantor Wali Jorong Rambatan, dengan ninik mamak, tokoh masyarakat, camat dan pihak yang berwenang, akhirnya operasional kantor Walinagari Rambatan kembali berjalan. Sesuai dengan kesepakatan bersama, kantor Walinagari yang sebelumnya dikunci, kembali dibuka oleh tokoh masyarakat.
“Kantor Walinagari harus dibuka, pelayanan publik harus berjalan. Kasihan masyarakat kita yang melakukan pengurusan jadi terhambat,” ucap Camat Rambatan, Dedi.
Pembukaan kantor Walinagari turut disaksikan, puluhan masyarakat, Camat Rambatan, Kapolsek Rambatan, Danramil, dan staf Walinagari Rambatan yang hendak beraktifitas.
Selanjutnya, kelanjutan dugaan pencemaraan nama balai adat ini akan diserahkan sepenuhnya kepada BPRN dan masyarakat Jorong Rambatan. Sampai saat ini, ninik mamak dan cadiak pandai masih berunding terkait langkah yang akan diambil selanjutnya.
Sebelumnya, Kantor Wali Nagari Rambatan, Kecamatan Rambatan, Tanah Datar disegel warga. Hal ini diduga terjadi setelah karena warga merasa kesal dengan ulah ucapan Walinagari saat melaksanakan rapat beberapa waktu lalu yang mengatakan balai adat rambatan mirip kandang kambing.(eym)
















