Pessel, Prokabar – Abrasi kembali terjadi di Pantai Api-api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Rabu (17/7) pada subuh Pukul 05.00 WIB.
Gelombang tinggi menerjang tebing Pantai Api-api. Tingginya diperkirakan lebih kurang 2 meter. Terjangan gelombang tersebut mengakibatkan pengikisan pada bibir pantai dan menyebabkan abrasi pantai.
“Gelombang tinggi ditaksir lebih kurang 2 meter, sehingga bibir pantai mengalami abrasi yang cukup parah,” kata salah seorang warga setempat Zamzami (44) kepada Prokabar.com.
Selain itu, sejumlah tanaman di tepi pantai seperti pohon Pinus nyaris terseret gelombang, ujarnya.
“Gelombang cukup tinggi terjadi semenjak beberapa hari lalu. Dan terus mengikis bibir pantai, saat ini kondisi kawasan wisata pantai Api-api sangat memprihatinkan,” ujarnya lagi.
Ia menambahkan, gelombang tinggi, tidak hanya merusak bibir pantai dan keindahan kawasan wisata pantai Api-api. Akan tetapi juga mengancam keselamatan para nelayan kecil.
“Semenjak beberapa hari ini, kita tidak dapat melaut karna gelombang cukup tinggi terjadi di kawasan kita,” ucapnya
Menurutnya, kondisi ini sudah sering terjadi, soal melaut tidak menjadi persoalan bagi mereka. Karena itu adalah ketentuan alam.
“Kalau kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi tidak terlalu persoalan bagi kita, karna itu adalah bencana alam. Namun, yang dikawatirkan adalah rusaknya pantai di kawasan objek wisata yang satu-satunya ada di disini,” ungkapnya warga lainnya, Eti (37).
Untuk itu, pemerintah harus menambah batu pemecah ombak untuk mengantisipasi saat gelombang tinggi. Sebab, batu pemecah ombak yang sudah dibuat pemerintah sebelumnya, tidak kuat menahan hantaman gelombang yang tinggi.
“Karna yang rusak sekarang adalah bagian ujung pantai yang tidak ada batu pemecah ombaknya,” ujarnya,(min)
















