Gelombang Tinggi, Salah Satu Pantai di Pessel Abrasi

Penulis -

Kamis, 18 Juli 2019 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar – Abrasi kembali terjadi di Pantai Api-api, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Rabu (17/7) pada subuh Pukul 05.00 WIB.

Gelombang tinggi menerjang tebing Pantai Api-api. Tingginya diperkirakan lebih kurang 2 meter. Terjangan gelombang tersebut mengakibatkan pengikisan pada bibir pantai dan menyebabkan abrasi pantai.

“Gelombang tinggi ditaksir lebih kurang 2 meter, sehingga bibir pantai mengalami abrasi yang cukup parah,” kata salah seorang warga setempat Zamzami (44) kepada Prokabar.com.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Selain itu, sejumlah tanaman di tepi pantai seperti pohon Pinus nyaris terseret gelombang, ujarnya.

“Gelombang cukup tinggi terjadi semenjak beberapa hari lalu. Dan terus mengikis bibir pantai, saat ini kondisi kawasan wisata pantai Api-api sangat memprihatinkan,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, gelombang tinggi, tidak hanya merusak bibir pantai dan keindahan kawasan wisata pantai Api-api. Akan tetapi juga mengancam keselamatan para nelayan kecil.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Semenjak beberapa hari ini, kita tidak dapat melaut karna gelombang cukup tinggi terjadi di kawasan kita,” ucapnya

Menurutnya, kondisi ini sudah sering terjadi, soal melaut tidak menjadi persoalan bagi mereka. Karena itu adalah ketentuan alam.

“Kalau kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi tidak terlalu persoalan bagi kita, karna itu adalah bencana alam. Namun, yang dikawatirkan adalah rusaknya pantai di kawasan objek wisata yang satu-satunya ada di disini,” ungkapnya warga lainnya, Eti (37).

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Untuk itu, pemerintah harus menambah batu pemecah ombak untuk mengantisipasi saat gelombang tinggi. Sebab, batu pemecah ombak yang sudah dibuat pemerintah sebelumnya, tidak kuat menahan hantaman gelombang yang tinggi.

“Karna yang rusak sekarang adalah bagian ujung pantai yang tidak ada batu pemecah ombaknya,” ujarnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB