Daerah

Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Alam, Ini Harapan Pemkab Agam

Bukittinggi, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Agam terus menggenjot peningkatan kualitas penggiat dan pemandu wisata pemula. Hal tersebut dalam moment Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam mendapat Dana Alokasi Kementerian Pariwisata Non Fisik.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan mengundang dan memberikan pelatihan sekaligus menyatukan para penggiat dan pemandu wisata yang ada di Kabupaten Agam.

“Kegiatan ini bertujuan menciptakan pemandu wisata berkualitas, berkompetisi dan berkompeten. Memiliki keterampilan khusus tentang wisata dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan wisatawan,” ungkap Agusnadi kepada Prokabar.com saat melaksanakan Pelatihan Pemandu Wisata Alam Se-Kabupaten Agam di Hotel Pusako Bukittinggi, Selasa (15/10).

Peserta lanjutnya, berjumlah 40 orang beberapa katagori pemandu alam sesuai potensi daerah yang dimiliki. “Terdapat beberapa katagori pelatihan pemandu wisata alam. Seperti Arung Jeram, Tracking, Ekowisata, Geowisata, Susur Goa atau Caving dan Paralayang,” terangnya.

Untuk tracking diwakili dari penggiat wisata asal Kecamatan Malalak, Nagari Sungai Batang dan Komunitas Pemuda Generasi Hamka atau KPGH Tanjung Raya. Wisata Paralayang terdiri dari penggiat wisata Sejuta Jenjang, Wisata Lawang Park dan Puncak Lawang. Wisata Geowisata diwakili Nagari Tarusan Kamang, Bunga Raflesia Pasia Laweh Palupuah dan Ngarai Sianok. Arung Jeram diwakili nagari Koto Tuo dengan objek wisata Ngalau. Sementara untuk wisata Ekowisata diwakili objek wisata Lasi.

Pemateri berasal dari Kepala BKSDA Provinsi Sumatra Barat, Kepala Dinas Pariwisata Sumatra Barat, Sekda Kabupaten Agam dan Tenaga Medis Profesional.

“Pelatihan ini kita harapkan mampu mendorong industri pariwisata berbasis lingkungan dan kemasyarakatan. Serta menyatukan pemandu wisata yang ada di Kabupaten Agam, ” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top