Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Gedung Terbengkalai, Santri Ponpes Darrul Izzatil Islam Belajar di Musalla

Dibaca : 117

Solsel, Prokabar – Pesantren Muhammad Al-Fatih yang terletak di Jorong Pasia Putiah, Kecamatan, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan sedikit berbeda dengan pesantren pada umumnya. Pasalnya, pesantren yang terletak diantara perbukitan itu tidak memungut biaya kepada santri yang menimba ilmu.

“Niat kami membangun pesantren ini karena pendidikan di pesantren itu tidak harus mengeluarkan uang. Apalagi dengan jumlah yang banyak,” kata Pembina Yayasan Darrul Izzatil Islam, Lena Muhammad Natsir, Jumat (18/9).

Karena tidak memungut biaya kepada santrinya, pesantren itu hanya bisa menyediakan musala untuk tempat belajar para santri.

“Kami sudah membangun gedung untuk santri sekolah, tetapi masih belum selesai. Terpaksa santri belajar di musala terlebih dahulu,” lanjutnya.

Saat ini, ada sebanyak 59 orang santri yang tengah menimba ilmu di pesantren itu. Agar proses belajar dapat diikuti oleh semua santri, pihaknya harus memberlakukan belajar secara bergantian di ruangan musala, karena gedung yang dibangun masih belum selesai.

“Kami saat ini hanya bisa menyediakan ruangan musala saja untuk santri. Karena kami masih kekurangan dana untuk membangun gedung,” lanjutnya.

Pihaknya masih terkendala biaya untuk membangun pesantren dan membayar guru yang mengajar.

“Untuk guru yang mengajar saja honornya hanya kami berikan tiga bulan sekali. Itupun dicicil,” lanjutnya.

Saat ini, pesantren tersebut masih menunggu uluran tangan dari dermawan yang mau menyumbangkan rezekinya untuk keberlanjutan pendidikan gratis untuk santri di daerah tersebut.

“Bagi dermawan yang hendak menyumbang atau wakaf bisa datang lansung ke pondok pesantren atau mengirim via rekening BRI atas nama yayasan Darul Izzatul Islam dengan nomor rekening 5545-01-022215-53-7,” katanya.

Keberadaan pesantren di Jorong Pasia Putiah, Kecamatan, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kabupaten Solok Selatan sangat diharapkan oleh masyarakat setempat. Pasalnya, keberadaan pesantren merupakan satu satunya sekolah di Kenagarian tersebut.

“Masyakarat bersyukur ada pondok pesantren di lingkungan mereka, karena sekolah jauh dan bisa menambah ilmu agama bagi anak anak,” tutupnya(*/eym)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top