Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Gawat, Kabupaten Pasaman Kurang Inovasi

Dibaca : 171

Pasaman, Prokabar — Kabupaten Pasaman kurang inovatif. Berdasarkan surat Kepala Badan Litbang Kemendagri perihal hasil indeks inovasi daerah tahun 2018, bahwa dari 415 Kabupaten se-Indonesia, 143 diantaranya sudah melakukan pengisian melalui aplikasi data pusat jejaring inovasi daerah (Puja Indah). Hasilnya, 43 Kabupaten dengan indeks sangat inovatif, 14 Inovatif dan 86 Kabupaten kurang inovatif. Sedangkan Pasaman masih berada pada indeks kurang inovatif.

Atasi hal ini, pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar bimbingan teknis aplikasi Puja Indah dan sosialisasi inovasi daerah bagi pejabat pengelola tehnologi informasi di sejumlah OPD pelayanan dan puskesmas.

“Sosialisasi ini begitu penting, mengingat indeks inovasi daerah Kabupaten Pasaman sempat berada di posisi 137, dengan kategori kabupaten kurang inovatif,” kata Bupati Pasaman Yusuf Lubis saat membuka kegiatan dimaksud.

Dinilai Yusuf Lubis, kunci kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi kemampuan daerah melakukan inovasi dan menciptakan kreativitas serta meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerahnya masing-masing.

Si sisi lain, sebelumnya, Pemkab Pasaman telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, pada 27 Oktober lalu, untuk menerapan replikasi inovasi daerah melalui Puja Indah.

“Tindak lanjut dari MoU tersebut kita laksanakan bimbingan teknis aplikasi Puja Indah untuk layanan pemerintahan di Kabupaten Pasaman,” ujar bupati.

Nantinya, hasil penilaian indeks inovasi daerah ini, akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan Dana Insentif Daerah (DID) kepada pemerintah daerah. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top