Gawat, Kabupaten Pasaman Kurang Inovasi

Penulis -

Jumat, 18 Oktober 2019 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Kabupaten Pasaman kurang inovatif. Berdasarkan surat Kepala Badan Litbang Kemendagri perihal hasil indeks inovasi daerah tahun 2018, bahwa dari 415 Kabupaten se-Indonesia, 143 diantaranya sudah melakukan pengisian melalui aplikasi data pusat jejaring inovasi daerah (Puja Indah). Hasilnya, 43 Kabupaten dengan indeks sangat inovatif, 14 Inovatif dan 86 Kabupaten kurang inovatif. Sedangkan Pasaman masih berada pada indeks kurang inovatif.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Atasi hal ini, pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar bimbingan teknis aplikasi Puja Indah dan sosialisasi inovasi daerah bagi pejabat pengelola tehnologi informasi di sejumlah OPD pelayanan dan puskesmas.

“Sosialisasi ini begitu penting, mengingat indeks inovasi daerah Kabupaten Pasaman sempat berada di posisi 137, dengan kategori kabupaten kurang inovatif,” kata Bupati Pasaman Yusuf Lubis saat membuka kegiatan dimaksud.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dinilai Yusuf Lubis, kunci kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi kemampuan daerah melakukan inovasi dan menciptakan kreativitas serta meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerahnya masing-masing.

Si sisi lain, sebelumnya, Pemkab Pasaman telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri, pada 27 Oktober lalu, untuk menerapan replikasi inovasi daerah melalui Puja Indah.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Tindak lanjut dari MoU tersebut kita laksanakan bimbingan teknis aplikasi Puja Indah untuk layanan pemerintahan di Kabupaten Pasaman,” ujar bupati.

Nantinya, hasil penilaian indeks inovasi daerah ini, akan menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk memberikan Dana Insentif Daerah (DID) kepada pemerintah daerah. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB