Pasaman, Prokabar — Lima hari Operasi Patuh Singgalang 2019 masih, Satlantas Polres Pasaman berhasil menindak sebanyak 62 pengendara yang melanggar aturan. Parahnya, pelanggaran ini didominasi oleh kalangan pelajar.
“Sangat memprihatinkan, rata-rata itu yang terkena penindakan pelajar. Ada juga masyarakat umum, namun tidak berapa,” kata Kasatlantas Polres Pasaman, Iptu Julisman, Rabu (4/9).
Diakui Iptu Julisman, jika dibanding di beberapa daerah lain, angka penindakan operasi tahun ini di Pasaman memang sedikit menurun. Ini menandakan, kesadaran masyarakat akan mematuhi aturan berlalu lintas mulai tinggi.
“Di daerah lain, ada yang sudah ratusan terkena tindakan dalam kurun waktu operasi yang sama. Ini menandakan masyarakat Pasaman sudah mulai sadar aturan” tegas Iptu Julisman.
Diakuinya, dari 62 pengendara yang terkena tilang itu, kesalahan paling banyak tidak memakai helm bagi pengendara roda dua. “Ada beberapa sasaran yang kita fokuskan dalam operasi tahun ini, yakni pelanggaran tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, anak di bawah umur, kecepatan tinggi, membonceng lebih dari satu, membawa kendaraan dalam pengaruh alkohol alias mabuk dan melawan arus,” tukas Iptu Julisman. (Ola)
















