Gawat, Listrik Sejumlah Sekolah dan Kantor di Pemkab Pasaman Terancam Diputus PLN

Penulis -

Kamis, 27 Juni 2019 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Mati lampu di Pasaman sudah menjadi sarapan biasa bagi warganya. Tidak mengenal waktu, lampu ini kerap mati. Orang sedang makan, shalat atau sedang beraktivitas lainnya, tiba-tiba, lampu bisa saja mati. Tidak sedikit warga yang berkerut keningnya bila mati lampu. Paling parah dampaknya itu, sinyal internetan jadi lelet bahkan nyaris terputus. Faktor daerah yang membuat mati lampu kerap terjadi. Sebab fasilitas suplai arus listrik melewati lembah dan bukit yang kerap dilanda bencana..

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Di sisi lain, ternyata tidak sedikit pula tungakan masyarakat Pasaman dalam pembayaran tagihan listrik. PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lubuk Sikaping mencatat, 9.000 pelanggan menunggak tagihan listrik untuk periode Juni ini. Total tunggakan mencapai Rp792 juta.

“Banyak, ini datanya,” kata Manager PLN ULP Lubuk Sikaping, Endavid Yusyaf, Kamis (27/6).

Dalam data yang terhimpun, total pelanggan listrik PLN di daerah itu berjumlah 48.000 pelanggan. Terdiri atas 29.000 pelanggan pasca bayar dan 17.000 pelanggan pra bayar alias token. Total tunggakan pelanggan pasca bayar mencapai 35 persen. Sekitar 500 pelanggan tercatat nunggak dua hingga tuga bulan.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Parahnya lagi, pelanggan yang menunggak itu, ternyata ada juga dari pihak sekolah dan kantor pemerintah di Kabupaten Pasaman. Diantaranya, Kantor Bupati Pasaman, Kantor Camat Rao Utara, SDN 38 Tarung-Tarung, Rao, SDN 16 Padang Laweh, Lubuk Sikaping dan SDN 15 Lansek Kadok, Rao Selatan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Untuk Instansi Pemerintah, alias golongan tiga, ada sekitar 29 pelanggan atau kantor, dengan nilai tunggakan listriknya mencapai Rp35 juta. Nunggaknya satu sampai tiga bulan,” jelas Endavid.

Diakui David, pihaknya telah memberi peringatan kepada pelanggan yang menunggak ini. Bila tidak diindahkan, bisa jadi terkena pemutusan. Bila tidak ingin ini terjadi, pihak PLN meminta pelanggan untuk tepat waktu dalam melakukan pembayaran. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB