Peristiwa

Gawat, Kabut Asap Kiriman Juga Ancam Tanaman Perkebunan di Agam

Agam, Prokabar — Kabut Asap kiriman juga berdampak buruk pada tanaman hortikultura yang ditanam petani. Polusi udara itu merusak pembuahan dan mematikan pucuk tanaman yang sedang melalui proses pertumbuhan.

Tanaman yang paling rentan rusak seperti cabe, jagung, padi dan kacang. Kerusakan bahkan dimungkinkan mencapai gagal panen, bila kabut asap terus berlangsung lama.

Menurut Surya Sentosa, salah seorang petani Maninjau, berdasarkan pengalaman beberapa tahun lalu disaat kebakaran hutan pernah terjadi di Riau dan Jambi, banyak tanaman petani gagal panen akibat kabut asap tersebut.

“Tanaman sering mengalami layu atau kering di saat kondisi udara buruk akibat kabut asap tersebut. Bunga atau pucuk tanaman juga sering mengalami mati,” ungkapnya kepada Prokabar.com saat beraktifitas di sawah Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Jumat siang (13/9).

Petani banyak merugi akibat serangan kabut asap kiriman tersebut. Dan tidak jarang petani kebun tersebut mengalami gagal panen akibat kabut asap.

Hal tersebut dibenarkan Tawari Hayati, Kepala UPT Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Tanjung Raya. “Dampak kabut asap ini membuat tanaman hortikultura rusak dan mati. Banyak tanaman yang mengalami mati mengering pada pucuk tanaman,”terangnya.

Tanaman tersebut seperti Cabe, Jagung,Kacang padi dan lainya. “Sejauh ini, belum ada solusi dari dampak kabut asap tersebut. Khusus untuk bawang, bisa diatasi dengan sering melakukan penyiraman secara berskala. Untuk tanaman hortikultura lainnya belum ada,”ujarnya.

Kondisi ini diharapkan segera berakhir dan kembali normal. Terlalu banyak korban dan dampak buruk yang diakibatkan dari kabut asap ini. “Kita harus siaga dan menjaga kesehatan kita, dengan menggunakan masker di luar rumah. Dan semoga saja musibah ini dapat cepat berakhir,” pungkasnya. (rud)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top