Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Gawat, Jangan Sepelekan Cuci Tangan dan Pakai Masker Bila Berkativitas ke Rumah Sakit

Dibaca : 210

Pasaman, Prokabar — Bila masuk ke rumah sakit, terutama di RSUD Lubuk Sikaping, jangan lengahkan, apalagi marah, bila ada petugas yang menegur untuk menyuruh memasang masker. Bisa juga menyuruh cuci tangan sebelum meninggalkan rumah sakit.

Mereka adalah petugas Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) dan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Petugas yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian infeksi di rumah sakit.

Mereka ialah dokter Andi Rosa Irawan, Yenni Nawawi, dan Ihda Rahimi. Ketiganya sudah dilatih dan disumpah untuk terus mengupayakan dan menekan angka infeksi nosocomial di rumah sakit.

“Jangan segan-segan memperingati pengunjung untuk pencegahan atau pengendalian infeksi. Orang berkunjung ke rumah sakit dengan tujuan mendapat kesembuhan bukan menambah penderitaan karena tertularnya infeksi. Baik bagi penderita, pengunjung ataupun petugas,” kata praktisi pengendalian dan pencegahan infeksi, Costy Panjaitan saat memberikan pelatihan pengendalian infeksi kepada seluruh jajaran RDUD Lubuk Sikaping.

Diakui Costy, pemutusan mata rantai infeksi ini sebenarnya masalah budaya, budaya yang harus dipupuk dan terus dijaga, budaya sehat untuk menghindari penularan dan tertularnya penyakit.

“Kini kita harus sepakat, rumah sakit adalah tempatnya orang merawat orang sakit. Dalam hal ini, hindari menularkan penyakit dari pasien satu ke lainnya, dari pasien ke petugas, dari pasien ke pengunjung, atau bahkan dari pengunjung ke pasien atau petugas. Salah satu yang sederhana adalah budaya cuci tangan dengan cairan aseptic sebelum memegang atau setelah memegang pasien bagi petugas, baik pengunjung yang mebesuk harus cuci tangan sebelum membesuk dan meninggalkan rumah sakit,” jelas Costy.

Diakui Cisty, cuci tangan baru mencegah penularan yang melalui sentuhan tangan. Untuk penularan yang melalui pernafasan disediakan masker, dan diajarkan cara batuk yang benar agar tidak menularkan pada yang lain.

Ada lagi anjuran untuk selalu memakai alas kaki ketika masuk tempat perawatan. “Kebanyakan, masyarakat salah kaprah selalu melepas alas kaki ketika masuk tempat perawatan. Hal inipun juga tidak salah karena dulu kalau tidak melepas akan dimaki oleh petugas, sementara si petugas tetap memakai alas kaki Sebagai solusi untuk tempat yang bersih disediakan alas kaki khusus dalam sehingga orang luar tetap menggunakan alas kaki dengan menukar alas kaki dengan alas kaki yang disediakan. Budaya tersebut harus dirubah semua setara dari sudut pandang kesehatan,” tegas Costy.

Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Lubuk Sikaping mengaku, bakal menerapkan kritik dan saran praktisi Costy. Sebab, ini merupakan kewajiban untuk rumah sakit sebagai pemutus mata rantai penyebaran infeksi. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top