Daerah

Gawat, Ini Penyebab Bencana Banjir di Pessel

Pessel, Prokabar – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tak terlepas dari ulah tangan jahil. Bencana tersebut dipicu, akibat maraknya aktifitas pembalakan liar dan galian C yang tidak mengantongi izin resmi (ilegal).

“Kita maklum, saat ini sudah masuk musim penghujan dan itu merupakan fenomena alam. Saya minta masyarakat juga harus proaktif melaporkan setiap kegiatan yang ilegal di daerah ini,” kata Bupati Pessel, Hendrajoni kepada Prokabar.com Jumat (9/11) melalui via telepon.

Bupati menyebutkan, bencana banjir di Pessel, terjadi diluar dugaan. Namun, ia bersama pihak terkait tetap komitmen membantu masyarakat yang ditimpa musibah dengan cara mendirikan pos-pos darurat dan menganggarkan dana tanggap darurat untuk warga yang membutuhkan.

“Seperti di daerah Tapan kemarin, ada dua unit rumah masyarakat yang terdampak banjir, langsung kita bedah. Kemudian satu unit lagi terbakar, diduga korsleting listrik sudah kita anggarkan pula untuk perbaikan.

Selain itu, tanaman warga seperti Padi, Jagung, yang terbawa arus, kita intruksikan Dinas Pertanian untuk segera mengganti bibitnya,” ujarnya.

Untuk itu, agar masyarakat bersama- sama memberantas aktifitas ilegal logging di daerah itu. Selain itu, galian c yang menyalahi aturan akan di tertibkan melalui petugas Pol-PP di lapangan.

“Saya sudah bicara sama masyarakat, agar bekerjasama dengan Pemerintah terkait persoalan ilegal logging. Jika menemukan hal- hal yang menyalahi aturan, laporkan kepada saya. Jika tidak memiliki izin, maka akan kita hentikan,” ucap bupati dengan tegas.

Selain itu, pihaknya juga menyesalkan izin galian c yang dikeluarkan oleh pihak Pemprov kepada pelaku usaha di Pessel dinilai tidak sesuai dengan prosedur.

“Kadang kita tak kasih izin, tau-tau mereka (pelaku usaha) sudah punya izin saja. Akhirnya masyarakat ribut, yang disalahkan itu Pemerintah. Ya Masyarakat taunya saya bupatinya,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata bupati, terkait aktifitas ilegal logging di daerah itu, Pemkab Pessel bersama Kepolisian dan TNI sudah lama berkomitmen kuat untuk memeranginya. Namun, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan akurat siapa oknum yang bermain dibelakangnya.

“Intinya, kita mau menjalankan komitmen itu atau tidak. Sebab, di tingkat bawah juga ada koramil dan kapolsek, tentu mereka tau. Gak munkin mereka gak tau persoalan tersebut,” ucapnya.

Bupati Hendrajoni, menegaskan, masyarakat jangan takut melaporkan kegiatan yang bertentangan dengan hukum. Sebab, sudah dijamin keselamatan jiwa, harta, dan keluarganya oleh UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Hal itu tercantum dalam Pasal 76.

Menurutnya, masyarakat yang melaporkan terjadinya kegiatan illegal logging, sesungguhnya sedang melaksanakan perintah undang-undang dalam upaya pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Apalagi, kawasan suaka alam sebagai kawasan penyangga kehidupan.

“Jika mengetahui siapa orangnya, silahkan masyarakat laporkan. Jika perlu tertangkap tangan oleh saya. Gak peduli itu mau polisi atau tentara gak ada urusan. Nanti, ada pihak berwenang yang menindaknya. Saya paling anti hal hal seperti itu, gak ada lagi beking bekingan. Kalau bekerja kamu benar, silahkan laksanakan, kalau tidak jangan coba-coba, ini Pesisir Selatan,” tutupnya dengan nada tegas.(min)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top